'Kiamat' terjadi tanggal 16 Maret 2880?34 Tahun Lagi

'Kiamat' terjadi tanggal 16 Maret 2880?
Bumi kemungkinan akan dihantam sebuah asteroid super besar pada 16 Maret 2880. Akibat tabrakan ini, diperkirakan kerusakan yang dihasilkan akan sangat besar mengingat ukuran asteroid tersebut.
Seperti yang dilansir Mashable (9/10), asteroid yang dimaksud adalah 1950 DA yang pertama kali ditemukan pada Februari 1950 silam. Dalam pengamatan di Maret 2001, diketahui asteroid ini sedang mengarah ke bumi dengan tingkat rotasi tinggi (2,1 jam).
Menurut penelitian, memang kecil kemungkinannya asteroid ini untuk menabrak bumi pada tahun tersebut. Namun, jika benar menabrak, maka kerusakan yang dihasilkan akan dua kali lipat lebih besar dari seluruh serangan asteroid yang pernah terjadi di bumi.
Peneliti sendiri saat ini menyatakan bahwa kemungkinan tabrakan adalah 0 hingga 0,33 persen. Namun, angka kecil ini didapatkan karena mereka belum mengetahui pasti tentang karakter asteroid tersebut. Jika sudah diketahui, angkanya bisa jadi lebih tinggi atau lebih rendah.
Adapun serangan asteroid 1950 DA ini bisa disebut kiamat mengingat ukurannya yang amat besar. 1950 DA memiliki lebar 1,1 kilometer dengan luas yang masih belum diketahui.
Sebagai catatan, asteroid dengan ukuran ini diyakini mampu membuat kehancuran di muka bumi secara global jika benar-benar menabrak. 1950 DA sendiri bukanlah satu-satunya ancaman terhadap bumi, masih ada sekitar seribu asteroid lain dengan ukuran lebih besar yang juga mendekati orbit bumi. Headline
(istimewa)
Perubahan iklim secara radikal mungkin bakal terjadi sekitar 34 tahun lagi, setidaknya menurut sebuah penelitian terbaru. Benarkah?

Seperti dikutip dari NineMSN, penelitian terbaru mengenai pemanasan global menyatakan bahwa Bumi akan mengalami perubahan iklim secara radikal atau ekstrim sekitar 34 tahun lagi, yang tentunya akan mengubah kehidupan.

"Studi tersebut mengatakan bahwa tahun 2047 nanti cuaca di Bumi akan berubah secara radikal," ungkap prediksi di studi yang diterbitkan di jurnal Nature.

"Hasil ini tentu mengejutkan kita semua," ungkap Camilo Mora, pimpinan dari penelitian ini yang berasal dari jurusan Geography, University of Hawaii, AS.

Rata-rata penelitian iklim biasanya memprediksi perubahan iklim untuk periode tahun macam 2100, sementara studi ini memprediksi waktu di bawah tahun tersebut.

No comments: