Imam Husain Menegakkan Agama Kakeknya
Kamis, 10 Muharram 1435 Hijiriah merupakan hari Asyura. Sebuah hari ketika Imam Husain bin Ali, cucu Rasulullah saw, yang dibantai secara tragis oleh mereka yang mengatasnamakan Islam.
Peristiwanya terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriah yang disebut Asyura. Ketika itu rombongan kecil cucu Rasulullah saw: Imam Husain putra Imam Ali dan Sayidah Fathimah Az-Zahra putri Rasulullah saw dibantai di Karbala, Irak.
Rombongan Imam Husain yang berjumlah 73 orang dihadang pasukan sekitar 60.000 orang. Peperangan yang tidak seimbang pun terjadi. Satu persatu sahabat dan keluarga Imam Husain gugur. Bahkan, Ali Ar-Radhi, bayi yang dalam gendongan pun disambar anak panah. Imam Husain berlari ke medan laga dan tidak sedikit musuh yang jatuh ditangannya. Namun, tiba-tiba saja sebatang anak panah menancap didahinya. Disusul beberapa anak panah mengenai tubuhnya. Perlahan-lahan wajah dan janggutnya bermandikan darah.
Imam Husain tersenyum melihat darahnya mengalir. Husain dengan darah yang mengucur berdiri tegak siap bertarung. Kemudian, beberapa anak panah melesat menancap pada dada Imam Husain bin Ali. Tiba-tiba, blugh, rubuh tak berdaya. Pasukan Yazid pun cepat-cepat menggerubutinya. Ada yang menusuk-nusukkan tombak. Ada yang menginjak-injakkan kuda pada punggungnya. Bahkan, ada yang memenggal kepalanya hingga putus. Gugurlah cucu tersayang Nabi Muhammad saw yang selalu ditimang-timang itu.
Saya yakin Anda tidak tega kalau melihat kejadian tersebut. Saya yakin nurani Anda terusik. Siapakah yang berani lancang pada cucu Nabi Muhammad saw?
Sejarah mengisahkan pembantaian Imam Husain beserta keluarga dan para sahabatnya dilakukan atas perintah penguasa Dinasti Umayyah: Yazid bin Muawiyah. Ia meminta Imam Husain untuk membaiatnya. Imam Husain tidak mau karena tidak mungkin harus membaiat seorang manusia yang bengis, tukang mabuk, bermain-main dengan kera, dan pembunuh. Tidak mungkin seorang cucu Rasulullah saw harus bertekuk lutut di bawah kaki tangan musuh Islam. Dari pada menurut, lebih baik berkorban darah dan nyawa. Syahidlah Imam Husain membela kebenaran, menegakkan Islam yang dibawa Kakeknya, Rasulullah saw. [ahmad]




No comments:
Post a Comment