Maibrat Adalah Salah Satu Suku Yang Dominan
MAIBRAT ADALAH SALAH SATU SUKU YANG DOMINAN
MENDUDUKI JABATAN PENTING DI PEMERINTAHAN DI TANAH PAPUA
Foto perempuan Maibrat
Dengan pakaian adatnya
Maibrat adalah salah satu kabupaten di wilayah Papua Barat yang mekar daerah kabupaten Sorong pada tanggal 16 januari 2009 yang ibu kotanya di Kumurkek . Yang di pimpin oleh Bupati Sagrim , dan wakil bupati Karel Murafer, SH. Luas daerah ini sekitar 5.461.69 km2 dengan total penduduk sebanyak 27.919 jiwa (2007) kecamatan.11 (Distrik) kepadatan 511 jiwa/km.2.11 Distrik yaitu:Yang dipimpin oleh Bupati Sagrim,MM dan wakil Bupati Karer murafer, SH Luas daerah ini sekitar 5.461.69 km2 dengan total penduduk sebanyak 27.919 jiwa (2007) Kecamatan.11( Distrik ) kepadatan 511 jiwa /km2.11 Distrik itu yaitu :
1. Distrik Aifat
2. Distrik Aifat Utara
3. Distrk Aifat Timurreka
4. Distrik Aifat Selatan
5. Distrik Aitinyo
6. Distrik Aitinyo Barat
7. Distrik Aitinyo Utara
8. Distrik Ayamaru
9. Distrik Ayamaru Utara
10. Distrik Ayamaru Timur
11. Distrik Mare
Jarak yang di tempuh untuk mencapai daerah ini adalah sekitar 4 jam perjalanan jika m enempuh jalan darat menggunakan mobil. Mayoritas warga daerah sini bermata pencaharian sebagai petani dan berburuh binatang, mereka bercocok tanam umbi – umbian mulai dari bĂȘte, petatas, kasbi, keladi johar dan pisang, dan hasil kebun lainya. Mereka juga biasa makan sagu karena tumbuhan ini banyak tumbuh di daerah ini secara alami, sedangkan hewan buruan mereka adalah babi hutan dan rusa. Daerah ini sangat subur dan kaya akan hasil hutan , hutan di daerah sini banyak di tumbuhi dengan pohon – pohon yang besar berbagai jenis kayu seperti kayu besi, kayu susu, gaharu dan jenis kayu lainnya, juga terdapat banyak spesies burung di sini, mulai dari Kaka tua raja, burung Nuri,bahkan anda bias melihat burung yang menjadi cirri khas daerah Papua yaitu burung Cendrawasih dengan berbagai jenis. Daerah sini sangat jarang makan ikan laut karena daerah sini jauh dari laut, mereka lebih banyak makan ikan air kolam yang terdapat di dalam danau Ayamaru. Bisa di katakan bahwa hutan/alam adalah sumber penghidupan mereka karena pemenuhan kebutuhan mereka adalah sebagian besar dari alam sekitar mereka tinggal.
Walaupun suku ini terletak di daerah yang terpencil namun kesadaran mereka tentang pendidikan sangat tinggi ini bisa kita lihat dari banyaknya lulusan sarjana yang berasal dari daerah ini dan tingkat kesadaran akan pendidikan juga bisa kita lihat dari banyaknya warga suku Maibrat yang menduduki jabatan – jabatan penting di pemerintahan yang ada di tanah papua ini bahkan sampai di pusat pemerintahan yang ada di Jakarta. Mulai dari Mentrinya yaitu mentri lingkungan hidup Bapak Balthasasar Kambuaya,MBA NIP;130 878 870 adalah Rektor Universitas Cendrawasih Papua lahir di ayamaru,9 september 1956, pendidikan SD YPK di Kambuaya Ayamar 1969; SMP Negeri Teminabuan 1971, kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMEA Negeri di Sorong 1974; sarjana muda di Universitas Cendrawasih, Jayapura 1978; Sarjana strata 1 di Universitas Brawijaya, Malang 1984 ; Magister Business Administration di Durham University Business School-Inggris 1996; mendapat gelar Doktor Bidang Ekonomi di UNHAS Makassar 2003. Bapak Gubernur Papua Bapak Yab Salosa,mantan Bupati Sorong Bapak J.A wanane, Wali Kota sorong Bapak Lambertus Jitmau yang masih menjabat saat ini, kantor kecamatan kantor Distrik ,kantor kelurahan maupun di Lembaga – lembaga pentinglainya. Masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu mereka adalah anak- anak dari suku ini, bahkan pemain timnas kita seorang striker yang terkenal yaitu Boas salosa, Yab salosa dua orang bersaudara ini juga ikut mengharumkan nama Papua karena permainan bola mereka yang menawan walaupun pada mulanya mereka hanya bermain di club – club kecil seperti putra Yohan yang ada di kota sorong ini mereka adalah anak-anak suku Maibrat yang prestasinya sangat gemilang.
Tidak heran warga dari suku ini demikian adanya karena system adat yang berlaku di daerahnya sangat kuat mengapa saya katakana demikian, suku ini sangat melestarikan adat dan budaya yang di wariskan oleh nenek moyang mereka contohnya saya adalah seorang anak perempuan orang tua saya adalah petani hidup saya pas pasan bahkan untuk makan saja saya susah untuk memperolehnya namun saya cerdas dan memiliki semangat juang dan sekolah yang tinggi maka seluruh keluarga saya seperti om, Tante dari kedua belah pihak ibu dan bapa saya bahkan mungkin semua keret atau marga , contohnya saya bermarga jitmau dan ibu saya bermarga yumame maka seluruh keret ini akan berpatungan untuk membantu biaya sekolah saya yang saya butuhkan jika ada seseorang dari marga dari marga kami atau keluarga kami yang tidak mau membantu maka dia dianggap melanggar adat dan akan dikucilkan dari keluarga dan jikala mendapat susah seluruh keluarga sepakat tidak akan membantunya.
Demikian pula jika seseorang yang telah di sekolahkan dan berhasil atau sukses , sebaliknya dia akan membantu dan menyekolahkan saudara yang lainnya hingga ia selesai bahkan sampai ia bekerja . Roda ini akan terus berputar , sehingga tidak heran orang suku maibrat adalah suku yang dominan menduduki jabatan-jabatan dalam pemerintah di tanah papua ini system tolong menolong berpatungan dalam kesusahan adalah sesuatu yang telah di ajarkan nenek moyang kita sejak dahulukala sesuatu yang berat akan terasa ringan. Jika diselesaikan bersama, sesuatu yang berat akan terasa sulit jika dia kerjakan sendiri , namun dengan dukungan dan uluran tangan dari banyak orang maka sesuatu yang berat itu dapat tercukupi jika banyak di bantu dari banyak orang . suku ini dapat menjadi contoh yang baik di dalam kehidupan terutama contoh dalam bagaimana mereka saling mendukung dan menolong dalam pendidikan dan kebaikan.
Demikian cerita yang bisa saya bagikan kepada pembaca. Semoga dengan membaca article ini pembaca dapat mengenal suku maibrat lebih jauh salah satu suku di tanah papua yang memiliki keunikan budaya tersendiri.
Muliani T
MENDUDUKI JABATAN PENTING DI PEMERINTAHAN DI TANAH PAPUA
Foto perempuan Maibrat
Dengan pakaian adatnya
Maibrat adalah salah satu kabupaten di wilayah Papua Barat yang mekar daerah kabupaten Sorong pada tanggal 16 januari 2009 yang ibu kotanya di Kumurkek . Yang di pimpin oleh Bupati Sagrim , dan wakil bupati Karel Murafer, SH. Luas daerah ini sekitar 5.461.69 km2 dengan total penduduk sebanyak 27.919 jiwa (2007) kecamatan.11 (Distrik) kepadatan 511 jiwa/km.2.11 Distrik yaitu:Yang dipimpin oleh Bupati Sagrim,MM dan wakil Bupati Karer murafer, SH Luas daerah ini sekitar 5.461.69 km2 dengan total penduduk sebanyak 27.919 jiwa (2007) Kecamatan.11( Distrik ) kepadatan 511 jiwa /km2.11 Distrik itu yaitu :
1. Distrik Aifat
2. Distrik Aifat Utara
3. Distrk Aifat Timurreka
4. Distrik Aifat Selatan
5. Distrik Aitinyo
6. Distrik Aitinyo Barat
7. Distrik Aitinyo Utara
8. Distrik Ayamaru
9. Distrik Ayamaru Utara
10. Distrik Ayamaru Timur
11. Distrik Mare
Jarak yang di tempuh untuk mencapai daerah ini adalah sekitar 4 jam perjalanan jika m enempuh jalan darat menggunakan mobil. Mayoritas warga daerah sini bermata pencaharian sebagai petani dan berburuh binatang, mereka bercocok tanam umbi – umbian mulai dari bĂȘte, petatas, kasbi, keladi johar dan pisang, dan hasil kebun lainya. Mereka juga biasa makan sagu karena tumbuhan ini banyak tumbuh di daerah ini secara alami, sedangkan hewan buruan mereka adalah babi hutan dan rusa. Daerah ini sangat subur dan kaya akan hasil hutan , hutan di daerah sini banyak di tumbuhi dengan pohon – pohon yang besar berbagai jenis kayu seperti kayu besi, kayu susu, gaharu dan jenis kayu lainnya, juga terdapat banyak spesies burung di sini, mulai dari Kaka tua raja, burung Nuri,bahkan anda bias melihat burung yang menjadi cirri khas daerah Papua yaitu burung Cendrawasih dengan berbagai jenis. Daerah sini sangat jarang makan ikan laut karena daerah sini jauh dari laut, mereka lebih banyak makan ikan air kolam yang terdapat di dalam danau Ayamaru. Bisa di katakan bahwa hutan/alam adalah sumber penghidupan mereka karena pemenuhan kebutuhan mereka adalah sebagian besar dari alam sekitar mereka tinggal.
Walaupun suku ini terletak di daerah yang terpencil namun kesadaran mereka tentang pendidikan sangat tinggi ini bisa kita lihat dari banyaknya lulusan sarjana yang berasal dari daerah ini dan tingkat kesadaran akan pendidikan juga bisa kita lihat dari banyaknya warga suku Maibrat yang menduduki jabatan – jabatan penting di pemerintahan yang ada di tanah papua ini bahkan sampai di pusat pemerintahan yang ada di Jakarta. Mulai dari Mentrinya yaitu mentri lingkungan hidup Bapak Balthasasar Kambuaya,MBA NIP;130 878 870 adalah Rektor Universitas Cendrawasih Papua lahir di ayamaru,9 september 1956, pendidikan SD YPK di Kambuaya Ayamar 1969; SMP Negeri Teminabuan 1971, kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMEA Negeri di Sorong 1974; sarjana muda di Universitas Cendrawasih, Jayapura 1978; Sarjana strata 1 di Universitas Brawijaya, Malang 1984 ; Magister Business Administration di Durham University Business School-Inggris 1996; mendapat gelar Doktor Bidang Ekonomi di UNHAS Makassar 2003. Bapak Gubernur Papua Bapak Yab Salosa,mantan Bupati Sorong Bapak J.A wanane, Wali Kota sorong Bapak Lambertus Jitmau yang masih menjabat saat ini, kantor kecamatan kantor Distrik ,kantor kelurahan maupun di Lembaga – lembaga pentinglainya. Masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu mereka adalah anak- anak dari suku ini, bahkan pemain timnas kita seorang striker yang terkenal yaitu Boas salosa, Yab salosa dua orang bersaudara ini juga ikut mengharumkan nama Papua karena permainan bola mereka yang menawan walaupun pada mulanya mereka hanya bermain di club – club kecil seperti putra Yohan yang ada di kota sorong ini mereka adalah anak-anak suku Maibrat yang prestasinya sangat gemilang.
Tidak heran warga dari suku ini demikian adanya karena system adat yang berlaku di daerahnya sangat kuat mengapa saya katakana demikian, suku ini sangat melestarikan adat dan budaya yang di wariskan oleh nenek moyang mereka contohnya saya adalah seorang anak perempuan orang tua saya adalah petani hidup saya pas pasan bahkan untuk makan saja saya susah untuk memperolehnya namun saya cerdas dan memiliki semangat juang dan sekolah yang tinggi maka seluruh keluarga saya seperti om, Tante dari kedua belah pihak ibu dan bapa saya bahkan mungkin semua keret atau marga , contohnya saya bermarga jitmau dan ibu saya bermarga yumame maka seluruh keret ini akan berpatungan untuk membantu biaya sekolah saya yang saya butuhkan jika ada seseorang dari marga dari marga kami atau keluarga kami yang tidak mau membantu maka dia dianggap melanggar adat dan akan dikucilkan dari keluarga dan jikala mendapat susah seluruh keluarga sepakat tidak akan membantunya.
Demikian pula jika seseorang yang telah di sekolahkan dan berhasil atau sukses , sebaliknya dia akan membantu dan menyekolahkan saudara yang lainnya hingga ia selesai bahkan sampai ia bekerja . Roda ini akan terus berputar , sehingga tidak heran orang suku maibrat adalah suku yang dominan menduduki jabatan-jabatan dalam pemerintah di tanah papua ini system tolong menolong berpatungan dalam kesusahan adalah sesuatu yang telah di ajarkan nenek moyang kita sejak dahulukala sesuatu yang berat akan terasa ringan. Jika diselesaikan bersama, sesuatu yang berat akan terasa sulit jika dia kerjakan sendiri , namun dengan dukungan dan uluran tangan dari banyak orang maka sesuatu yang berat itu dapat tercukupi jika banyak di bantu dari banyak orang . suku ini dapat menjadi contoh yang baik di dalam kehidupan terutama contoh dalam bagaimana mereka saling mendukung dan menolong dalam pendidikan dan kebaikan.
Demikian cerita yang bisa saya bagikan kepada pembaca. Semoga dengan membaca article ini pembaca dapat mengenal suku maibrat lebih jauh salah satu suku di tanah papua yang memiliki keunikan budaya tersendiri.
Muliani T




No comments:
Post a Comment