Penampakan Harimau dan Pesan Putroe Canden

Penampakan Harimau dan Pesan Putroe Canden
Bunda, seorang ibu-ibu warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, kerasukan dibawa oleh Wakil Wali Kota, Illiza Sa aduddin Djamal setelah mengalami kerasukan pascapenemuan sepasang pedang bertuliskan VOC di Kuala Krueng Geudong, Gampong Pande, Banda Aceh, Rabu (13/11). SERAMBI/MISRAN ASRI 
DI tengah hebohnya perburuan dan penemuan benda-benda kuno di areal Kuala Krueng Geudong, Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, ternyata keganjilan dan hal-hal berbau mistis ikut melengkapi suasana yang sedang terjadi di bekas kota para raja tersebut.
Keuchik Gampong Pande, Amiruddin menceritakan, pada Selasa (12/11) malam, warganya sempat berpapasan dengan seorang pemuda yang mengaku dari Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Pemuda itu bersama teman-temannya hendak melihat lokasi Kuala Krueng Geudong, tempat koin emas ditemukan. Warga setempat mengingatkan agar tidak memasuki area terlarang itu. “Warga saya mengingatkan kalau nekat masuk kemungkinan tidak bisa kembali lagi atau akan berhadapan dengan hal-hal ganjil. Beberapa dari pemuda itu memang langsung pulang. Hanya seorang pemuda yang tetap bersikaras masuk ke areal terlarang itu,” kata Keuchik Amiruddin.
Tak lama berselang, kata Amiruddin, pemuda tersebut terlihat berlari kencang ke arah warga Gampong Pande yang sebelumnya sudah mengingatkannya. Dengan sendal putus dan napas terengah-engah si pemuda mengaku melihat seekor harimau besar yang langsung mengejarnya. “Dengan wajah terlihat pucat pasi, akhirnya pemuda itu meninggalkan Gampong Pande,” ungkap Amiruddin.
Yang lebih mengherankan, lanjut Amiruddin, ternyata keesokan harinya, Rabu (13/11) si pemuda nekat kembali ke area Kuala Krueng Geudong dan menemukan sepasang pedang VOC yang semula berusaha disemmbunyikan dalam goni. Akhirnya pedang itu berhasil diamankan warga sedangkan si pemuda yang belum sempat diketahui identitasnya itu langsung menghilang.
Kehebohan lain terjadi sekitar pukul 16.15 WIB, Rabu (13/11) setelah penemuan sepasang pedang VOC. Seorang wanita yang biasa disapa Bunda, warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, kerasukan. Ia jatuh dari arah kerumunan warga yang berdesak-desakan ingin menyaksikan penemuan kedua pedang VOC itu.
Wanita yang diperkirakan berumur sekitar 48 tahun itupun langsung dibawa ke dalam Kantor Keuchik Gampong Pande. Dalam ceracaunya, wanita itu mengaku bernama Putroe Canden dan meminta kedua pedang yang ditemukan itu disimpan di sekitar Makam Tgk Di Kandang yang berada di Gampong Pande. Ia juga minta semua orang tidak lagi mengeruk dan mengambil apapun barang yang ditemukan dari Kuala Krueng Geudong, tempat koin emas tersebut pertama didapat. “Selama ramai orang yang datang ke tempat itu, kami telah terusik. Mereka telah menghancurkan tempat kami. Bila barang kami tidak dikembalikan tunggulah bencana datang,” ujar wanita itu di sela-sela tangisnya.
Putroe Canden yang mengaku keturunan dari para raja tersebut terus meminta agar tempat peristirahatan mereka tidak diganggu dan dijamah. Begitulah.(misran asri/nasir nurdin)

No comments: