Seorang wanita warga Aceh kesurupan, minta pedang dikembalikan
Pedang VOC di Aceh. ©2013 Merdeka.com/Afif Seorang wanita separuh baya kesurupan di kantor kepala desa Gampong Pande. Wanita tersebut meminta bertemu empat mata dengan Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal untuk membicarakan pengembalian pedang dan sejumlah koin emas yang diambil oleh warga dalam rawa tersebut.
"Kembalikan pedang dan emas yang sudah diambil, itu milik Abu Chik Dikandang, kembalikan di kuburan dia, atau segera ditepung tawari," kata wanita paruh baya yang kerasukan itu. Wanita tersebut terakhir diketahui namanya, Putroe Canden. Selama konflik, Putroe Canden biasa dipanggil dengan nama Mariati.
Menurut informasi yang berhasil merdeka.com himpun dari berbagaisumber. Putroe Canden keseharian sebagai pemulung dan pencari botol air mineral. Menurut kisah, ia merupakan keturunan pemilik barang-barang berharga di kawasan itu, yaitu keturunan Abu Chik Dikandang.
Putroe Canden juga terus mengatakan dalam kesurupan itu meminta segera dikembalikan. Bila tidak dikembalikan, bencana akan menimpa Aceh lebih besar lagi ke depan. "Kalau tidak dikembalikan, bencana akan datang lebih besar lagi," teriak Putreo Canden dalam bahasa Aceh kental.
Saat itu juga, Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djalam langsung menjumpai wanita tersebut. Akan tetapi, Putro Canden mengajak Illiza berbicara empat mata di rumahnya. "Saya mau berbicara empat mata dengan Ibu Illiza," ungkap Putore Canden.
Illiza pun langsung mengikuti keinginan Putroe Canden tersebut. Sampai berita ini diturunkan, merdeka.com belum memperoleh hasil dari pertemuan empat mata dengan Illiza.
Namun sebelumnya, Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan pada wartawan, penemuan barang kuno berupa pedang itu akan disimpan oleh Pemerintah Aceh sebagai cagar budaya Aceh. "Akan kita simpan dalam museum di Aceh," katanya singkat dan berlalu dari kerumunan wartawan.
©2013 Merdeka.com/Afif
Seorang warga saat membawa sepasang pedang yang ditemukan di dalam rawa ke Kantor Desa Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Rabu (13/11). Sepasang pedang yang diduga peninggalan VOC ini ditemukan di lokasi yang sama koin emas kemarin.
Seorang warga saat membawa sepasang pedang yang ditemukan di dalam rawa ke Kantor Desa Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Rabu (13/11). Sepasang pedang yang diduga peninggalan VOC ini ditemukan di lokasi yang sama koin emas kemarin.
©2013 Merdeka.com/Afif
Pedang yang memiliki gagang berlapis emas ini diyakini milik koloni karena tertulis VOC pada salah satu bagian.
Pedang yang memiliki gagang berlapis emas ini diyakini milik koloni karena tertulis VOC pada salah satu bagian.
©2013 Merdeka.com/Afif
Bentuk gagang pedang yang memiliki panjang 1 meter.
Bentuk gagang pedang yang memiliki panjang 1 meter.
©2013 Merdeka.com/Afif
Hiasan berwarna putih mirip gading menghiasi pedang VOC tersebut.
Hiasan berwarna putih mirip gading menghiasi pedang VOC tersebut.
©2013 Merdeka.com/Afif
Sepasang pedang saat diamankan di Kantor Desa Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Rabu (13/11).
Sepasang pedang saat diamankan di Kantor Desa Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Rabu (13/11).
©2013 Merdeka.com/Afif
Sepasang pedang saat ditunjukkan kepada warga dari jendela kantor desa.
Sepasang pedang saat ditunjukkan kepada warga dari jendela kantor desa.
©2013 Merdeka.com/Afif
Penasaran warga saat sepasang pedang diperlihatkan di luar kantor desa.
Penasaran warga saat sepasang pedang diperlihatkan di luar kantor desa.
©2013 Merdeka.com/Afif
Namun, tak lama saat pedang tersebut ditunjukkan, seorang wanita mengalami kesurupan di Kantor Desa Gampong Pande. Saat kesurupan, wanita yang diketahui bernama Putroe Canden ini meminta bertemu dengan Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal terkait pedang tersebut.
Namun, tak lama saat pedang tersebut ditunjukkan, seorang wanita mengalami kesurupan di Kantor Desa Gampong Pande. Saat kesurupan, wanita yang diketahui bernama Putroe Canden ini meminta bertemu dengan Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal terkait pedang tersebut.
©2013 Merdeka.com/Afif
Putroe Canden yang kesehariannya sebagai pemulung ini saat berjalan bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal. Putroe Canden meminta agar pedang VOC tersebut dikembalikan atau Aceh akan terkena musibah.
Putroe Canden yang kesehariannya sebagai pemulung ini saat berjalan bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal. Putroe Canden meminta agar pedang VOC tersebut dikembalikan atau Aceh akan terkena musibah.




No comments:
Post a Comment