Kedatangan Islam di Nusantara

Hindu-Budha telah berkembang seiring dengan hubungan dagang dengan India sejak awal abad masehi lebih dahulu dibandingkan Islam yang datang belakangan. Berikut ini bukti-bukti kedatangan Islam ke Nusantara:
- Makam Fatimah binti Maimun Hibatallah
Ditemukannya bukti arkeologis berupa makam seorang muslim yang hidup pada zaman Kerajaan Kediri pada abad ke-11.
- berita Ibnu Batutah
Berita Ibnu Batutah pada abad ke-14 ada kerajaan Islam di Indoensia yang menjadi pusat studi agama Islam dan tempat berkumpul para ulama dari berbagai Negara. Kerajaan yang dimaksud adalah Kerajaan Malaka. Malaka merupakan pusat studi agama Islam di Asia Tenggara.
- Kesaksian Cina Muslim, Ma Huan
Kesaksian Ma Huan bahwa pada awal abad ke-15 telah terdapat komunitas muslim Cina yang berasal dari Kanton, Zangzhou, Quan Zhouyang yang bermukim di dekat pelabuhan-pelabuhan Gresik, Tuban, dan Surabaya. Hal tersebut adalah hal yang wajar karena daearah-daerah asal komunitas muslim Cina dan juga Cina Selatan lain merupakan kantong-kantong Islam sebagai akibat persinggungan antara Cina-arab pada abad VII M.
- Catatan Tome Pires
Berdasarakan buku Suma Oriental yang ditulis Tome Pires sekitar awal abad ke-16, daerah-daerah pesisir Sumatera Utara dan timur Selat Malaka, dari Aceh sampai Palembang sudah terdapat banyak kelompok masyarakat dan kerajaan-kerajaan Islam.
Seperti Hindu-Budha yang berakulturasi dengan kebudayaan Nusantara, Islam juga demikian. Akulturasi Islam dengan kebudayaan Jawa, contohnya upacara Tedak Siten. Islam pun berkembang melalui cabang-cabang kesenian pada zaman kerajaan Islam, yaitu seni bangunan, seni ukir, seni kaligrafi, seni tari dan wayang kulit.
Pengaruh Islam lebih kuat mengakar pada masyarakat yang belum terpengaruh oleh kebudayaan Hindu seperti Banten dan Sumatera Barat. Daerah tersebut tidak ditemukan unsur Hindu yang berupa peninggalan budaya.

Pagar

No comments: