Menakar Nasionalisme Kartosuwirjo

Kalau kita membaca atau mendengar kata Kartosuwirjo, tentu kita akan menebak beliau adalah seorang pemberontak dan penjahat perang. Ya, begitulah mindset kita tentang beliau yang  seorang Imam Besar Negara Islam Indonesia (NII), yang sejarahnya hingga kini tabu untuk diungkap atau diluruskan. Bahkan siapa saja yang menuliskan komentar ataupun mengangkat perjuangan dan kehidupan beliau, maka orang sekilas akan menuduh orang tersebut pengikut, pelanjut, anggota, penggemar, pengidola, atau cap-cap lainnya yang mengarah kepada Kartosuwirjo dan  gerakan makar NII terhadap NKRI. Sebuah capan yang beresiko akan keselamatan orang tersebut.

Namun, sebagai seorang guru sejarah, alangkah baiknya kita melihat sisi pengabdian dan loyalitasnya terhadap Indonesia dalam sejarah hidupnya. Menakar Nasionalisme Kartosuwirjo, ya bagaimana beliau berkiprah dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai tokoh pergerakan pemuda, memanggul senjata dan lain-lainnya. Ternyata beliau adalah nasionalis muslim yang aktif. berikut takaran Nasionalisme Karosuwirjo.

1. Ternyata Kartosuwirjo ikut serta dalam kongres pemuda Indonesia yang diadakan di Jakarta 27-28 Oktober 1928. Keikutsertaan Kartrosuwirjo adalah bukti kecintaannya kepada Indonesia. Beliau aktif bersama para pemuda yang lainnya untuk membebaskan Indonesia dari kolonialisme dan kapitalisme Barat yang sangat dibencinya.Bersama para pemuda lainnya merumuskan Sumpah Pemuda yang terkenal itu, yang berbunyi : “kami putera dan puteri Indonesia, mengaku : bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan berbahasan satu Bahasa Indonesia.

2. Ternyata Kartosuwirjo berguru dengan guru bangsa yakni H.O.S. Cokro Aminoto dalam mendalami nasionalisme Indonesia. Tokoh Bangsa H.O.S Cokroaminoto adalah guru bangsa yang memadukan Nasionalisme Indonesia dengan Nilai-nilai Islam yang kental. Bahkan nasionalismenya lebih murni dibandingkan rekan belajarnya : Alimin yang akhirnya menyimpang menjadi Komunisme. Jiwa nasionalisme menancap pada diri Kartosuwirjo Muda, hingga akhir hayatnya.

3. Ternyata Kartosuwirjo aktif dalam organisasi keislaman yang memiliki nasionalisme yang kental seperti : Syarikat Dagang Islam, Syarikat Islam yang bertujuan untuk Indonesia yang lepas dari perekonomian dan kapitalisme Barat. Beliau sangat berani menyuarakan Indonesia dibandingkan Budhi Oetomo yang meneriakkan Primordialisme Jawa yang bangga akan keturunan “Blood Blues”nya. Kartosuwirjo juga aktif dalam organisasi nasionalisme bernafaskan Islam seperti Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia ) yang jelas-jelas bergerak dan memperjuangkan Indonesia.

4. Saat memproklamirkan NII (Negara Islam Indonesia) Kartosuwirjo tidak meninggalkan Indonesia di belakangnya. Bisa saja Kartosuwirjo memproklamirkan dengan nama ” Negara Islam Nusantara (NIN) atau Negara Islam Karunia Allah (NIKA) tanpa embel-embel Indonesia. Namun karena Nasionalismenya itu Kartosuwirjo tidak menggantikan Indonesia dalam nama negara yang diproklamirkannya.

Itulah 4 fakta sejarah yang terjadi pada sejarah hidup Kartosuwirjo. Mengapa akhirnya dia menjadi pemberontak dan melawan kekuasaan NKRI sehingga menjadi seorang penghianat NKRI, Musuh NKRI, Duri dalam Daging NKRI, Musuh dalam selimut NKRI, Negara dalam negara, dan sebutan-sebutan lainnya itu hanya Kartosuwirjo yang tahu dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di mahkamah Allah Swt, mahkamah yang seadil-adilnya nanti. hanya ada dua saja :

1. Apakah di Mizan Allah nanti Kartosuwirjo mendapatkan timbangan yang berat amal kebaikannya dibandingkan amal jahat atau salahnya, berarti segala tindakannya tentang NII itulah yang benar dimata Allah dan sesuai dengan kehendak Allah?. sehingga dapat kita simpulkanm bahwa dialah yang benar dan mendapatkan keridhoan Allah. ataukah….

2. Mizannya berat di timbangan amal kejahatannya sehingga dapat disimpulkan segala yang dilakukan berkaitan dengan NII adalah salah dimata Allah dan dapat disimpulkan bahwa rivalnya didunia yang menentangnya adalah benar dan diridhoi Nya?.

Kedua jawaban itu akan kita buktikan di Yaumil akhir nanti. Selamat menunggu bagi yang penasaran.

AlFakir Sejarah dan pemimpi untuk Indonesia yang lebih di Ridhai Nya. Amin…

Bahar

No comments: