7 Struktur Bawah Air yang Mengagumkan dari Ribuan Tahun Silam

bawah-lautKota Shi Cheng
Kota Shi Cheng ditemukan pada 2001 di bawah sebuah danau buatan manusia di Kabupaten Chun'an, Provinsi Zhejiang, RRT, di kaki Gunung Wu Shi (Gunung Lima Singa). Kota itu disebut Shi Cheng, atau Kota Singa. Terendam pada 1959, kota ini berasal dari masa Dinasti Han Timur tahun 25-200. Kota itu telah berusia lebih dari 1.800 tahun dan memiliki luas 62 kali lapangan sepak bola.
Kota itu pernah menjadi pusat politik dan ekonomi, dan tidak seperti kota-kota lain di Tiongkok pada masanya yang hanya memiliki empat gerbang kota, Shi Cheng memiliki lima gerbang kota. Terletak di kedalaman 26-40 meter, menjadikan Shi Cheng sebagai tantangan bagi para penyelam untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikannya.
Kota Heracleion
Heracleion (atau Thonis) adalah sebuah kota yang tenggelam di Abu Qir Bay dekat Alexandria, Mesir, yang dulunya pernah menjadi pelabuhan utama Mesir. Kota ini diperkirakan telah dinamai berdasarkan Hercules (tokoh setengah Dewa dalam mitologi Yunani) dan pernah dikunjungi oleh Helen of Troy.
Namun kota itu akhirnya tenggelam ke laut pada sekitar abad ke-6, dimana ia terbaring selama 1.200 tahun berikutnya sampai akhirnya ditemukan. Awalnya, Heracleion dianggap sebagai legenda yang disebutkan oleh Homer. Arkeolog bahari telah menemukan koin emas, patung setinggi 5 meter, lembaran tulisan, dan sarkofagus dengan mumi hewan.
peta-airReruntuhan Pulau Yonaguni
Pulau Yonaguni di Jepang merupakan salah satu tempat yang paling misterius dari reruntuhan laut yang telah ditemukan sampai saat ini. Diperkirakan berusia 14.000 tahun, reruntuhan Yonaguni memiliki beberapa struktur, termasuk piramida raksasa dengan lebar 200 meter dan tinggi 30 meter dengan lima tingkat yang berbeda yang dihubungkan dengan semacam tangga. Bekas perkakas dan ukiran telah didokumentasikan pada beberapa struktur, namun perdebatan tentang apakah reruntuhan ini adalah buatan manusia atau alami, masih berlanjut hingga hari ini. Profesor Teruaki Ishii dari Universitas Tokyo, Jepang, menemukan bahwa tenggelamnya struktur ini terjadi pada akhir zaman es terakhir, yaitu sekitar 10.000 tahun yang lalu. Sejumlah peralatan dan huruf hieroglif yang tidak dikenal telah ditemukan di tanah di sekitar situs tersebut.
Reruntuhan Nan Madol
Soun Nanleng (Karang Surgawi), yang kini dikenal sebagai Kota Nan Madol, terletak di lepas pantai timur Pulau Pohnpei di Micronesia. Juga dikenal sebagai Venesia dari Pasifi k, reruntuhan ini terdiri dari 92 artifi sial kecil yang membentuk sebuah pulau kecil. Megalitikum menggunakan batu yang beratnya mencapai 50 ton, menciptakan serangkaian kanal melalui pulau, sehingga dinamai Nan Madol, atau Ruang Antara.
Para peneliti tetap kebingungan bagaimana dan mengapa pulau itu dibangun di laut, bukannya di atas tanah, karena mereka yang mendiami pulau itu tentunya harus pergi ke pedalaman untuk mencari makanan dan air. Menurut legenda penduduk setempat, orang-orang yang selamat dari Benua Mu yang tenggelam ke laut pada 12.000 tahun yang lalu itulah yang membangun pulau tersebut.
Reruntuhan Cambay
Penemuan di Bay of Cambay, India, mengejutkan dunia. Kota berusia 9.500 tahun, yang disebut Kerajaan Dwarka, menantang keyakinan ilmu pengetahuan modern bahwa tidak ada peradaban terorganisir yang eksis lebih awal dari masa 5.500 tahun yang lalu. Ini adalah sebuah peradaban yang menurut legenda telah terendam oleh banjir prasejarah. Kota sepanjang 8 km itu dilengkapi dengan jalanjalan dan saluran air limbah. Terletak di lepas pantai kota modern Dwarka, India, kota prasejarah ini disebut sebagai milik Dewa Krishna.
kota-kuno-bawah-airKota Pavlopetri
Pavlopetri di Yunani diyakini berasal dari periode Mycenaean di 2.800 SM. Terletak hanya 3-4 meter di bawah laut di lepas pantai selatan Laconia di Yunani, kota ini memiliki ruang kuburan, pemakaman, jalan-jalan, dan lapangan. Pada masa lalu, Pavlopetri dianggap sebagai pelabuhan perdagangan baik bagi warga lokal maupun para pelaut yang berasal dari tempat jauh di seluruh Mediterania.
Kerucut di Laut Galilea
Di kedalaman Laut Galilea, Israel, terletak sebuah struktur yang sangat luar biasa. Terdeteksi pada 2003 dan diterbitkan dalam International Journal of Nautical Archaeology. Hal itu masih tetap menjadi misteri tentang mengapa, kapan, atau oleh siapa struktur itu dibangun, sebab pembangunannya seharusnya merupakan sebuah usaha yang monumental, yang memerlukan pengorganisasian yang rapi dan sebuah kondisi yang makmur secara ekonomi.
Struktur itu berbentuk kerucut, terbuat dari batuan gunung tanpa potongan, dengan berat diperkirakan 60.000 ton, dan tinggi hamper 10 meter. Beberapa ilmuwan memperkirakan struktur tersebut berusia lebih dari 4.000 tahun, karena beberapa dari struktur megalitik di sekitarnya berasal dari masa 3000 SM. (osc/rahmat)

No comments: