Ilmuwan Mengungkap Segitiga Bermuda di Angkasa

segitiga-bermudaSegitiga Bermuda versi ruang angkasa adalah cincin partikel bermuatan listrik yang mengelilingi Bumi. Sabuk radiasi Van Allen yang terdekat dari permukaan bumi.
Segitiga Bermuda ruang angkasa yang berhasil ditangkap Satelit BeppoSAX (dioperasikan pada 1996 - 2003 ), jaraknya sekitar 560 km dari permukaan bumi. Berdasarkan data pengukuran dengan pemantauan partikel yang dibawa satelit BeppoSAX, ilmuwan meneliti segaris lingkungan radiasi di orbit bumi rendah (sekitar 500 – 600 km dari bumi, dengan kemiringan 4 derajat).
Melansir media asing, yang disebut dengan "Segitiga Bermuda ruang angkasa" adalah salah satu wilayah radiasi paling berbahaya di alam semesta. Beberapa waktu lalu, para peneliti Eropa mengungkapkan secara detail wiayah radiasi yang ganjil itu, jaraknya lebih dari ratusan kilometer di atas angkasa pantai Brasil.
Segitiga Bermuda ruang angkasa dikenal juga sebagai area "South Atlantic Anomaly", adalah cincin partikel bermuatan listrik yang mengelilingi Bumi, sabuk radiasi Van Allen yang terdekat dari permukaan bumi.
Ketika menemukan sabuk radiasi Van Allen pada 1950-an, para ilmuwan telah menduga wilayah South Atlantic Anomaly menimbulkan ancaman. Astronot pesawat ulang-alik mengeluh bahwa ketika melewati daerah aneh ini, laptop mereka kadang-kadang menjadi eror. Program Teleskop antariksa Hubble dan wahana antariksa lainnya akan dinonaktifkan saat melintasi wilayah Segitiga Bermuda, untuk menghindari kerusakan.
bermuda 1
Stasiun ruang angkasa internasinal (ISS) juga mengambil langkah-langkah ekstra berupa perisai pelindung untuk menghadapi ancaman itu. Selain pesawat ruang angkasa, para astronot juga akan terpengaruh, menyebabkan mereka mengalami gejala phosphene (gambar dan warna bercahaya yang dihasilkan oleh stimulasi mekanik dari retina). Kegagalan awal dari satelit Globalstar diyakini karena melintasi wilayah South Atlantic Anomaly ini.
Ricardo Campanna, ilmuwan dari Italian National Institute for Astrophysics menganalisis data radiasi yang ditangkap satelit pemantau X-ray BeppoSAX yang dioperasikan pada 1996 – 2003. Menurut analisis mereka, tingkat radiasi di wilayah ganjil Atlantik Selatan jauh di bawah tingkat atas. Selain itu, mereka juga menemukan wilayah ini bergerak lambat ke arah barat. Saat ini, tim peneliti ini sedang merancang sebuah teleskop ruang angkasa. Setelah dioperasikan, teleskop ini akan melewati bagian bawah South Atlantic Anomaly. Sejauh ini, para ilmuwan belum mempelajari secara mendalam terhadap zona merah ini.
Saat diwawancarai majalah New Scientist, Campanna menuturkan, "Sebagian besar acuan radiasi yang digunakan dalam misi luar angkasa rata-rata diprediksi berdasarkan data pengamatan ketinggian angkasa. Sementara kepentingan orbit bumi rendah terhadap satelit Astrophysics semakin besar, alasannya terletak pada latar belakang lingkungan radiasi mereka yang rendah."
bermuda 2

Menurut Campanna berdasarkan data pengukuran dengan pemantauan partikel yang dibawa satelit BeppoSAX, ilmuwan meneliti segaris lingkungan radiasi di orbit bumi rendah (sekitar 500 – 600 km dari bumi, dengan kemiringan 4 derajat). Intensitas radiasi di arean angkasa rendah di wilayah South Atlantic Anomaly menurun dengan cepat berdasarkan ketinggian, secara konkret tergantung pada kekerasan magnetik. Selain itu, wilayah ganjil South Atlantic anomaly juga perlahan-lahan bergerak ke arah barat. (bayvoice/joni/rahmat)

No comments: