Misteri Peta Pertama di Dunia yang berusia 9000 Tahun Ditemukan di Turki

Salah satu cara terbaik untuk menemukan jalan adalah peta. Selama berabad-abad peta yang dibuat manusia semakin akurat, dan sekarang para peneliti mungkin telah menemukan peta paling awal yang dikenal.
Di sebuah lubang besar Çatalhöyük bekas arkeologi di Turki ditemukan sebuah fresco (lukisan dinding). Kini para peneliti menuturkan bahwa fresco atau lukisan dinding ini mungkin menunjukkan suasana semburan gunung api dan pemandangan dari atas pemukiman kala itu.
Çatalhöyük adalah sebuah pemukiman besar, pada 9000 tahun silam kala itu orang-orang baru mengumpulkan hasil hutan beralih ke masyarakat pertanian. Ribuan orang tinggal di rumah lumpur-bata seperti sarang lebah. Jadi fresco ini mungkin adalah foto pemandangan atau peta tertua yang diketahui di dunia.
Pada abad ke-20 tahun 60-an, arkeolog Inggris James Mellaart pernah mengatakan bahwa lukisan dinding menunjukkan dua letusan gunung berapi pada puncak gunung. Lukisan dinding menunjukkan pemandangan gunung berapi dan kota dari atas, tata letaknya seperti peta skematis.
Geolog studi gunung berapi dari University of California, Axel K. Schmitt mengatakan, bahwa "Dalam buku teks pada kartografi dan pemetaan gunung berapi selalu disinggung tentang lukisan dinding ini, dan menyebutnya peta tertua yang menggambarkan letusan."
Namun, sejarawan meragukan, apakah lukisan dinding itu benar-benar gunung berapi yang mengeluarkan magma vulkanik atau hanya kurai (garis) kulit leopard. Peta yang diakui ilmuwan lain adalah peta yang baru ditemukan pada peradaban Mesopotamia setelah 4000 tahun kemudian.
peta-pertama-2
peta-pertama-3
Analisis Schmitt dan timnya terhadap batuan menegaskan bahwa gunung berapi Hasan Dagi yang berjarak sekitar 130 km dari pemukiman, kala itu berada dalam kondisi fase aktif, kerap meletus pada 6900 SM.
Dalam tesis-nya di jurnal PLoS ONE, Schmidt mengatakan, bahwa pegunungan latar belakang fresco, kemungkinan besar merepresentatifkan gunung berapi ini. Menurutnya, meletusnya gunung berapi merupakan peristiwa yang sangat mengesankan, masyarakat Çatalhöyük mungkin telah menyaksikan letusan itu, dan kemungkinan menjadi bagian dari legenda masyarakat Çatalhöyük. Gambar hewan juga cocok, pegunungan Hassan Dagi dapat dilihat sebagai gunung leopard.
Keith Clarke, peneliti peta kuno dari University of California menyatakan minatnya dalam penelitian ini.
"Saya tidak bisa mengatakan 100% yakin, tapi menurut saya, pada kenyataannya bukti sekarang mendukung fresco ini adalah sebuah peta," kata Keith Clarke.
Fresko atau lukisan dinding ini lebih awal ribuan tahun dari peta lainnya yang diakui. Namun, menurut Clarke bahwa manusia purba tidak seprimitif sebagaimana yang dibayangkan banyak orang, waktu adanya peta mungkin lebih awal lagi.
Lukisan pada masa awal sangat sederhana, karena itu, sangat sulit untuk menentukan peta mana saja yang asli. Namun, mungkin dapat ditelusuri kembali pada 14.000 tahun silam berdasarkan benda mirip peta yang ditemukan di Spanyol. Peta yang lebih awal 5000 tahun dari peta Çatalhöyük. Sementara peta lainnya yang berasal dari Republik Ceko telah berusia 25.000 tahun. (joni/rahab)

No comments: