Swastika Ditemukan 12.000 Tahun Sebelum Hitler Membajaknya
Simbol ini bukan hanya ditemukan dalam satu peradaban kuno, tetapi dalam beberapa peradaban kuno di berbagai belahan dunia, yang memberi pesan mendalam hubungan kemanusiaan dan kebudayaan.
Bangsa Aztec dan Maya menggunakan simbol ini pada gundukan pemakaman, busana dan perhiasan. Di Eropa, simbol-simbol tersebut dapat ditemukan dalam katakombe-katakombe Romawi, di gereja-gereja, di atas batu-batu plaza, dan kuburan-kuburan.
Kata Swastika dikutip dari bahasa Sansekerta. Swa berarti 'diri yang lebih tinggi'. Asti berarti 'menjadi' dan Ka adalah akhiran. Kata ini dapat dimaknai 'menjadi diri sendiri yang lebih tinggi'. Hal ini juga dikenal sebagai Srivatsa.
Simbol ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Buddhisme di India, yang kemudian disebarkan ke China. Srivatsa ini seringkali ditemukan pada patung Buddha, dan diyakini menjadi tanda yang ditampilkan oleh Buddha kepada orang-orang yang pertama kali menggambarkannya. Simbol dengan makna yang tinggi dan mendalam.
Telah dipahami selama berabad-abad sebagai simbol keberuntungan, simbol kemurnian, dan atribut positif lainnya. Hitler berusaha untuk menghubungkan kekuatan dan kemurnian simbol ini ke dalam doktrinnya untuk mendirikan sebuah ras. Perpustakaan Virtual Yahudi, Enterprise Amerika-Israel telah membahas sejarah Swastika secara positif. (suastana/rahab)




No comments:
Post a Comment