Mitos dan Fakta: Penggalian Kota Misteri di Dasar Laut Mesir Kuno

Mitos hingga fakta1Penggalian Kota Misteri,Penggalian Kota Misteri di Dasar Laut,Penggalian Kota Misteri di Dasar Laut Mesir Kuno
Perjalanan Penggalian Kota Misteri di Dasar Laut Mesir Kuno
Dari Mitos Hingga Fakta. Berikut ini gambar-gambar perjalanan penggalian Kota Misteri di dasar laut Mesir kuno.
Gambar 1. Patung granit raksasa itu ditemukan di sekitar kuil di dasar laut.
1.200 tahun lampau, Heraklion, kota pelabuhan yang sibuk dihiasi dengan patung para dewa Mesir. Jaringan kanal raksasa membuatnya menjadi pusat perdagangan penting di Mediterania.
Namun, bencana mendadak yang tidak diketahui itu menyebabkan segenap kota tenggelam ke dasar laut.
Gambar 2. Patung setinggi 5.48 meter itu adalah patung dewa Hapi terbesar yang pernah ditemukan selama ini, hal ini sekaligus menunjukkan akan pentingnya dewa Hapi di wilayah tersebut.
Tidak ada yang tahu persis mengapa Heraklion itu bisa tenggelam, para ilmuwan menyimpulkan bahwa itu adalah akibat kenaikan permukaan laut dan sediment yang merosot.
Terletak di sebelah barat Abu Kiel Harbour, jaraknya sekitar 6.5 km dari garis pantai Mesir sekarang.
Mitos hingga fakta2
Gambar 3. Patung perunggu Firaun dinasti ke-26 yang ditemukan di kota dasar laut.
Jika bukan upaya arkeolog bawah air yang bernama Dr. Franck Goddio, mungkin reruntuhan Heraklion belum ditemukan. Pada 2000 lalu, Goddio dan tim-nya kebetulan menemukan bekas peninggalan itu ketika mencoba mencari kapal Perancis yang karam.
Mitos hingga fakta3
Gambar 4. Patung itu dianggap sebagai representatif Cleopatra II dan III dinasti Ptolemaic, mereka menyamar layaknya dewi Isis.
Tim Franck Goddio bekerja sama melakukan penggalian dengan Dewan Tertinggi Purbakala Mesir dan Oxford Centre for Maritime Archaeology. Dengan peralatan yang canggih, mereka melakukan penggalian dan pemetaan Heraklion.
Mitos hingga fakta4
Gambar 5. Patung Ratu Ptolemy setinggi 4.87 meter dengan berat 4 ton itu ditemukan di sekitar kuil besar.
Sejauh ini, di bekas peninggalan Heraklion telah ditemukan patung, koin, perhiasan dan monumen arsitektur. Mungkin bagian yang paling menarik 64 perahu nyang ditemukan Goddio dan timnya. Menariknya, banyak perahu yang tampaknya memang sengaja ditenggelamkan.
Mitos hingga fakta5
Gambar 6. Betis yang berupa patung granit merah berukuran maha besar yang ditemukan di pelabuhan Kiel Abu.
Heraklion merupakan sebuah titik persinggahan dari sungai Nil ke Mesir. Konon katanya, kapal harus membongkar muatan untuk menilai dan pendapatan pajak. Menariknya dalam proses penggalian tidak ditemukan adanya tambang gantungan. Konon katanya tambang gantungan itu digunakan untuk membayar pajak dan membeli barang.
Mitos hingga fakta6
Gambar 7. Goddio dan prasasti Heraklion, sekilas tampak sama dengan prasasti Nogara di pusat museum Kairo.
Irakli Amon dan Heraklion memiliki sebuah candi besar Amoudara, candi itu memiliki peran penting dalam upacara keagamaan dinasti Mesir. Sejarawan Herodotus mengatakan, bahwa Helen dan Paris dari Troy tiba di sana sebelum meletusnya perang Troy.
Mitos hingga fakta7
Gambar 8. Kepala patung Firaun diangkat ke permukaan.
Bekas peninggalan itu sudah tergali lebih dari 300 produk keagamaan model kecil, diantaranya termasuk jimat dan patung kecil yang merepresentatifkan tokoh Yunani dan Mesir. Barang-barang tersebut terawat dengan baik, dan sangat berguna bagi peneliti yang mempelajari keyakinan beragama.
Mitos hingga fakta8
Gambar 9. Peneliti menemukan sepotong batu yang dilapisi dengan puing emas.
Penyelam juga berhasil menggali sejumlah besar Limestone sarcophagus. Menurut peneliti terkait, bahwa mereka pernah menyimpan mumi hewan sebagai persembahan dewa. Peneliti juga berharap dapat menemukan sarkofagus kerangka manusia seiring dengan semakin mendalamnya penggalian itu.
10. Patung granit merah sang dewa Hapi diangkat ke permukaan.
Seiring dengan semakin banyaknya hasil penggalian, tak diragukan lagi arkeolog dan peneliti semakin memahami tentang Heraklion. Mungkin mereka dapat menemukan jawaban yang lebih akurat, untuk menjawab kota yang makmur dan kaya ini, mengapa tenggelam. (joni/rahmat)

No comments: