Ritual-ritual penganut Baha'i
Agama Baha'i dalam kegiatan keagamaannya juga ada sembahyang wajib. Sembahyang ini bisa dilakukan secara perseorangan dan hanya dilakukan satu kali saja selama sehari penuh. Kegiatan keagamaan lainnya adalah selamatan sembilan belas hari, ada pula kegiatan doa bersama, yang terbuka bagi orang dari semua agama, di mana doa-doa dibacakan dari tulisan suci berbagai agama.
2. Berkiblat ke Gunung Karmel Israel
3. Berpuasa hanya 17 hari
Selain hanya sembahyang sehari sekali, pemeluk agama Baha'i juga berpuasa hanya 17 hari saja. Beberapa penganut agama ini ternyata juga tercatat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Dasar ajaran Bahai adalah asas-asas keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia. Pengaruh dari asas-asas hakiki ini dapat dilihat pada semua ajaran kerohanian dan sosial lainnya dalam agama Baha'i.
4. Punya 9 hari besar
Dalam agama Baha'i, ada sembilan hari besar yang dirayakan oleh masyarakat Baha'i. Hari-hari besar itu untuk memperingati peristiwa-peristiwa khusus dalam sejarah Baha'i.
Sedangkan rumah ibadah Baha'i dinamakan Mashriqul-Adhkar atau tempat-terbit pujian kepada Tuhan. Tempat itu untuk berdoa, meditasi dan melantunkan ayat-ayat suci Baha'i dan agama-agama lain. Rumah ibadah Baha'i ini terbuka bagi orang-orang dari semua agama.
Sampai sekarang di seluruh dunia ada tujuh rumah ibadah Baha'i, yakni di New Delhi, India; Kampala, Uganda; Frankfort, Jerman; Wilmette, Illinois, Amerika Serikat; Panama City, Panama; Apia, Samoa Barat; dan Sydney, Australia.
4. Punya 9 hari besar




No comments:
Post a Comment