'Baal'? Sesembahan Kelompok Elit Dunia, Ternyata Disebut dalam Al Quran

Siapa Baal? Sesembahan...
Nama Baal ternyata disebut dalam Al Quran terutama dalam Surat As Shaffat ayat 125, Baal ini merupakan berhala atau sesembahan pertama kalinya yang dilakukan oleh kaum Nabi Ilyas Alaihisallam yang tidak mau taat untuk menyembah Allah SWT. Foto ilustrasi/
Siapa Baal? Sosok yang konon menjadi sesembahan kelompok elit dunia ini, ternyata disebut juga dalam ayat Al Quran . Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.

Nama Baal, tengah viral bahkan banyak dibahas dan menjadi trending topic dunia saat ini. Baal merupakan nama akun rekening Jeffrey Epstein yang kasusnya menghebohkan dunia. Jadi siapa sebenarnya Baal ini?

Dalam Al Quran, nama Baal ini terdapat dalam Surat Ash Shaffat . Penyebutan nama Baal secara eksplisit ada dalam Surat As-Saffat ayat 125, ketika Nabi Ilyas (Elias) menegur kaumnya yang menyembah berhala tersebut: "Patutkah kamu menyembah Baal dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta?"

Menurut beberapa mufasir (ahli tafsir) seperti Al-Tha'labi, Baal digambarkan sebagai patung yang terbuat dari emas setinggi 20 hasta dengan empat wajah. Secara bahasa (etimologi Semit), kata Ba'l berarti tuan, pemilik, atau suami. Dalam Al-Qur'an, istilah ini juga digunakan dalam konteks hukum keluarga untuk merujuk pada "suami".

Dalam mitologi Kanaan, Baal dianggap sebagai putra dari El, dewa tertinggi dalam panteon Kanaan. Baal digambarkan sebagai dewa badai dan kesuburan yang sangat kuat. Ia dipercaya mengendalikan hujan, petir, dan kesuburan tanah. Karena itu Baal sangat dihormati sebagai dewa yang menjamin hasil panen yang melimpah.

Penyembahan Baal telah ada sejak zaman Perunggu Awal di Timur Tengah, sekitar 3000 SM. Kultus Baal kemudian menyebar luas di wilayah Kanaan, Fenisia, Siria, dan sekitarnya. Bahkan pengaruhnya sampai ke Mesir dan Mesopotamia. Di setiap daerah, Baal memiliki sebutan dan atribut yang sedikit berbeda, namun intinya tetap sebagai dewa badai dan kesuburan yang berkuasa.

Berhala Elit Kaum Bani Israil

Berkaitan dengan sejarah, Baal disebut Al Quran sebagai berhala yang disembah oleh kaumnya Nabi Ilyas untuk memberi kemakmuran dan kekayaan, seperti halnya saat ini disebut sebagai Dewa Crazy Rich oleh Sekte Satanik.

Menurut buku yang berjudul 'Atlas Al-Quran' karya Syauqi Abu Khalil, Nabi Ilyas diutus oleh Allah kepada Bangsa Funisia di Kota Baalbek Libanon. Kaumnya menyembah berhala bernama Baal, yang berbentuk wanita. Nabi Ilyas berulang kali memperingatkan kaumnya, namun mereka tetap ingkar.

Karena itulah Allah menurunkan musibah kekeringan selama bertahun-tahun, sehingga mereka baru tersadar. Setelah kaumnya sadar, Nabi Ilyas berdoa kepada Allah agar musibah kekeringan itu dihentikan.

Namun setelah musibah itu berhenti dan perekonomian mereka memulih, mereka kembali menyembah Baal, akhirnya kaum Nabi Ilyas kembali ditimpa musibah yang lebih berat daripada sebelumnya, yaitu dengan azab kekeringan yang panjang.

Baal dan Ritual Sesembahan

Di luar Islam, kultus penyembahan Baal mmasih terjadi dan melibatkan berbagai ritual dan upacara keagamaan yang kompleks. Beberapa praktik penyembahan Baal yang umum dilakukan antara lain:

-Pembangunan kuil-kuil dan tempat pemujaan di bukit-bukit tinggi.
-Pendirian tugu-tugu batu dan patung-patung Baal.
-Ritual pengorbanan hewan, kadang juga manusia (terutama anak-anak).
-Upacara kesuburan yang melibatkan prostitusi sakral.
-Tarian-tarian ritual dan nyanyian pujian.
-Doa dan persembahan untuk memohon hujan dan kesuburan.
-Perayaan tahunan untuk memperingati kebangkitan Baal.

Para imam Baal memiliki peran penting dalam memimpin ritual-ritual tersebut. Mereka sering melakukan tarian liar dan melukai diri sendiri untuk memohon perhatian Baal. Praktik-praktik penyembahan Baal ini dianggap sangat menyimpang dan tidak bermoral oleh para nabi Israel.

Penyebaran Kultus Baal

Penyembahan Baal tersebar luas di berbagai wilayah Timur Tengah kuno, dengan variasi nama dan atribut di tiap daerah:
-Di Ugarit (Siria), Baal adalah dewa badai utama yang disebut Baal Hadad.
-Di Fenisia, Baal Hammon adalah dewa utama kota Kartago.
-Di Sidon, Baal dikenal sebagai Baal-Sidon.
-Di Peor (Moab), terdapat kultus Baal-Peor.
-Di Samaria (Israel), Raja Ahab mendirikan kuil untuk Baal.
-Di Babilonia, Baal disamakan dengan dewa Marduk.
-Di Mesir, Baal diadopsi sebagai dewa asing bernama Baal-Zephon.
-Penyebaran luas ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kultus Baal di kawasan Timur Tengah kuno. Bahkan bangsa -Israel yang menyembah Yahweh pun sering tergoda untuk ikut menyembah Baal.

Pengaruh Baal dalam Budaya Modern

Meski penyembahan Baal telah lama punah, namanya masih memiliki pengaruh dalam budaya populer modern:

- Dalam literatur okultisme, Baal sering digambarkan sebagai iblis atau pangeran neraka.
- Baal muncul sebagai karakter antagonis dalam berbagai novel dan film fantasi.
- Nama Baal digunakan untuk beberapa karakter dalam video game.
- Patung-patung Baal kuno menjadi objek penting dalam arkeologi Timur Tengah.
- Baal kadang digunakan sebagai simbol paganisme atau anti-Kristen.
- Beberapa kelompok neopagan modern mengklaim merevitalisasi penyembahan Baal.

Meski demikian, pemahaman modern tentang Baal seringkali tidak akurat dan dipengaruhi oleh pandangan negatif dalam tradisi Yahudi-Kristen.

(wid)
Widaningsih

No comments: