Sejarah 1 { Shalat lima waktu
tuntunanshalat.com
Peristiwa bersejarah dalam Agama Islam yang bertepatan pada tanggal 27 rajab yang dikenal dengan Isra’ Mi’raj. Hasil perundingan antara Allah SWT dan Nabi Muhammad Saw adalah Kesepakatan diadakannya shalat lima waktu untuk umat Nabi.
Mengapa Shalat lima waktu hanya diperintahkan pada Zaman Rasulullah Saw ?
Bukankah Allah menciptakan sesuatu dengan segala hikmahnya. Shalat lima waktu yang hanya terkumpul di Zaman Rasulullah merupakan keistimewaan tersendiri bagi baginda Rasul beserta umatnya. Shalat lima waktu yang terdiri dari Shalat Subuh, Shalat Dhuhur, Shalat Ashar, Shalat Maghrib, Shalat Isya’ dan mempunyai rahasia sejarah yang hebat karena telah dilalukan oleh para Nabi terdahulu.
Hikmah dalam setiap Shalat adalah sebagai berikut :
1. Shalat Subuh
Berawal dari diturunkannya Nabiyullah Adam a.s. dari Istana Syurga yang begitu megah menuju bumi pada waktu malam hari. Beliau hanya diselimuti kegelapan dan kegelapan tanpa secercah sinar hingga ketakutan menggelayuti perasaan beliau.
Kala senandung lembayung fajar membawa cahaya nan terang. Nabi Adam memuji syukur dengan melaksanakan shalat 2 rakaat.
· Rakaat pertama : beliau bersyukur atas diselamatkannya dari kegelapan
· Rakaat kedua : syukur atas kembalinya cahaya yang menyirnakan ketakutan beliau.
2. Shalat Dhuhur
Orang yang pertama kali Shalat Dhuhur adalah Nabiyullah Ibrahim a.s. ketika diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya Ismail a.s. Nabi Ibrahim melaksanakannya saat tergelincirnya matahari. Kala itu Karena ketaatannya dan kepatuhannya pada perintah, Allah pun menyelamatkan putranya dan menggantikan seekor kambing yang diturunkan dari langit, konon kambing itu adalah persembahan dari putra Nabi Adam yaitu Habil.
Kebahagiaan yang tiada terkira dirasakan oleh Nabi Ibrahim lalu beliau memanjatkan puji syukurnya dengan mengerjakan shalat 4 rakaat.
· Rakaat pertama : bentuk syukur atas sebuah tebusan dari Allah SWT
· Rakaat kedua : syukur atas hilangnya kesedihan yang akan menimpa putranya
· Rakaat ketiga : memohon Ridlo Allah SWT
· Rakaat keempat : bentuk syukur karena telah mendapatkan ni’mat berupa kambing yang diturunkan dari Syurga
3. Shalat Ashar
Orang yang pertama kali melaksanakan shalat ashar adalah Nabi Yunus a.s.
Ketika dalam kepasrahan beliau saat berada dalam perut ikan hiu, Malaikat menuntun beliau untuk mengatakan : Laa ilaha ila anta subhanaka inni kuntu minadholimin.
Allah SWT mengeluarkan beliau dari mulut Hiu pada waktu ashar. Kemudian Nabi Yunus a.s. segera melaksanakan shalat empat rakaat sebagai puji syukur kehadirat Allah SWT.
· Rakaat pertama : Syukur atas diselamatkannya dari kegelapan pikiran sehingga beliau mendapat musibah ditelan ikan besar
· Rakaat kedua : Syukur atas diselamatkannya dari kegelapan air yang beliau rasakan dalam perut ikan hiu
· Rakaat ketiga : Syukur atas diselamatkannya dari kegelapan Malam
· Rakaat keempat : Syukur atas diselamatkannya dari kegelapan yang dialami dalam perut ikan hiu.
4. Shalat Maghrib
Orang yang pertama kali melaksanakan shalat maghrib adalah Nabi Isa a.s. Beliau diselamatkan dari kaumnya pada waktu tenggelamnya matahari. Lalu beliau melakukan shalat tiga rakaat.
· Rakaat pertama : untuk menghilangkan pengkultusan padanya dan hanya Allah Tuhan Yang Maha Esa.
· Rakaat kedua : untuk menghilangkan tuduhan pada ibunya
· Rakaat ketiga : untuk menguatkan ketauhidan
5. Shalat Isya’
Orang yang pertama kali melaksanakan shalat Isya’ adalah Nabi Musa A.s. ketika tersesat dijalan setelah keluar dari kota madyan dan beliau saat itu sedang dirundung kesedihan. Pada waktu Isya’ Allah menghilangkan kesedihannya lalu beliau bersyukur dengan melaksanakan shalat empat rakaat .
· Rakaat pertama : syukur atas hilangnya kesedihan terhadap istrinya
· Rakaat kedua : syukur atas hilangnya kesedihan terhadap saudaranya Harun
· Rakaat ketiga : syukur atas hilangnya kesedihan terhadap putra-putranya
· Rakaat keempat : syukur atas hilangnya kesedihan terhadap penganiyaan yang telah dilakukan oleh Raja Firaun.
Tak ada Sejarah terlahir tanpa guna. Kebajikan para Nabi yang dikenang dalam ritual keseharian yang kita jalani. Semoga semakin mempererat hubungan kita terhadap Sang Penguasa Alam. Amin.
Kajian Ramadhan
Semoga bermanfaat :-)
D Nyota




No comments:
Post a Comment