Enam Peristiwa Jelang Kiamat: Perjanjian Damai dengan Bani Ashfar Hingga Wabah Mematikan

Rasulullah bersabda orang yang terbunuh karena wabah adalah syahid.

Red: A.Syalaby Ichsan

Ilustrasi Kiamat.
Foto: Freepik
Rasulullah SAW telah mengabarkan enam peristiwa besar yang akan terjadi sebelum datangnya kiamat. Salah satunya adalah penaklukan Baitul Maqdis, yang disebutkan berada pada urutan kedua setelah wafatnya Rasulullah SAW, kemudian munculnya wabah penyakit mematikan yang menelan banyak korban.

Sejarah mencatat, sejumlah peristiwa yang disebutkan dalam hadis tersebut telah benar-benar terjadi. Hal ini menjadi pengingat bagi umat Islam akan kepastian janji Allah SWT dan dekatnya tanda-tanda akhir zaman.

Rasulullah SAW bersabda kepada Auf bin Malik, "Hitunglah enam perkara sebelum datangnya kiamat: kewafatanku, penaklukan Baitul Maqdis, merebaknya wabah penyakit mematikan yang menyerang manusia sebagaimana penyakit yang biasa menimpa ternak seperti kambing, melimpahnya harta hingga seseorang diberi 100 Dinar namun ia tidak suka, fitnah yang memasuki setiap rumah orang Arab, perjanjian damai antara kalian dan Bani Ashfar, namun mereka berkhianat lalu mendatangi kalian dengan 80 panji, pada setiap panji terdapat 12.000 prajurit.”

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan, hadits tersebut menjelaskan bahwa penaklukan Baitul Maqdis menempati urutan kedua dari tanda-tanda kiamat, setelah wafatnya Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut benar-benar telah terjadi.

Penaklukan Baitul Maqdis pertama kali berlangsung pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu. Hadits yang mengabarkan peristiwa ini merupakan hadis yang ma’ruf, mutawatir, dan masyhur. Penaklukan tersebut terjadi pada tahun 16 Hijriah, dan Khalifah Umar sendiri yang menerima kunci Baitul Maqdis. Beliau kemudian membangun sebuah masjid di arah kiblat Baitul Maqdis.

Kabar tentang penaklukan Baitul Maqdis merupakan berita gaib yang telah Allah sampaikan kepada Rasul-Nya, sekaligus menjadi bukti kebenaran tanda-tanda kiamat, baik sughra, wustha, maupun kubra, yang telah beliau jelaskan kepada umatnya.

Baitul Maqdis kemudian ditaklukkan untuk kedua kalinya melalui tangan Shalahuddin Al-Ayyubi, setelah sebelumnya dikuasai oleh kaum Nasrani Eropa.

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya menuliskan, di masa yang akan datang nanti, Baitul Maqdis diyakini akan ditaklukkan untuk ketiga kalinya oleh pemimpin kaum mukminin. Pada saat itu, bebatuan dan pepohonan pun akan berbicara untuk membantu kaum muslimin. Semua itu akan terjadi pada waktunya, dengan izin Allah SWT.


Ilustrasi Kiamat - (Republika/Mufti Nurhadi)

Lebih dari 25.000 Muslim wafat

Penaklukkan Baitul Maqdis juga berkaitan dengan peristiwa besar lainnya. Setelah kaum muslimin berhasil menaklukkan negeri Irak dan Syam, serta usai pertempuran sengit di medan Yarmuk, mereka menetap di wilayah Syam. Setelah itu, datanglah ketentuan Allah berupa wabah penyakit tha’un (kolera) yang menelan banyak korban.

Lebih dari 25.000 jiwa kaum muslimin wafat akibat wabah mematikan tersebut. Di antara mereka terdapat tokoh-tokoh besar umat, seperti Abu Ubaidah bin Jarrah dan Zhirar bin Al-Azwar, salah seorang pahlawan kaum muslimin dalam berbagai pertempuran dan penaklukan.

Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa ketentuan Allah pasti akan terjadi. Beliau juga menyampaikan bahwa orang yang wafat karena penyakit tha’un termasuk syahid. 

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid, orang yang mati karena wabah penyakit adalah syahid, dan wanita yang meninggal karena melahirkan juga syahid.” (HR Imam Ahmad)

Wabah tha’un merupakan salah satu tanda kiamat, sebagaimana disebutkan dalam hadis, “Merebaknya penyakit mematikan yang biasanya menimpa hewan ternak, seperti kambing.”

Seluruh peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kiamat yang telah dikabarkan Rasulullah SAW. Artinya, kiamat tidak akan terjadi hingga seluruh ketentuan yang telah Allah tetapkan itu benar-benar terwujud.rol

No comments: