H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

Tjokroaminoto Berdasi Kupu-Kupu. Sumber gambar: Majalah Tempo Edisi Khusus Tjokroaminoto.

“Di poendak kita terpikoel wadjib persaudaraan dan wadjib keigamaan boeat menerima baik dan menoloeng mereka itoe (bangsa Palestina) dengan sekoeat-koeatnja fikiran dan tenaga kita.” (Tjokroaminoto)

PADA awal abad ke-20, pergerakan nasional di Indonesia tidak hanya memusatkan pandangan pada kemerdekaan tanah air, tetapi juga menjalin ikatan emosional dan politis dengan perjuangan umat Islam di dunia internasional. Salah satu isu yang paling menyita perhatian adalah perjuangan bangsa Arab di Palestina.

Di tengah simpang siur informasi yang disebarkan oleh fihak-fihak kolonial dan kelompok kepentingan zionis untuk memecah belah persatuan, H.O.S. Tjokroaminoto tampil sebagai tokoh yang dengan tegas membela kedaulatan umat Islam di Palestina.

Melalui tulisannya yang tajam, beliau menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perjuangan bangsa Palestina memiliki benang merah yang sama: perlawanan terhadap kolonialisme dan penindasan di mana pun berada.

Salah satu bukti autentik keberpihakan ini terekam dalam surat kabar Fadjar Asia No. 54 hari Jum’at, tertanggal 7 Maret 1930. Dalam sebuah tulisan berjudul “Arab contra Jahoedi di Palestina”, Tjokroaminoto memberikan reaksi keras terhadap upaya propaganda yang mencoba mendiskreditkan Majelis Muslimin Tinggi Palestina.

No comments: