Advertising

Saturday, November 29, 2008

Dunia Mahluk Halus

Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus, barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku.

Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika, dunia mahkluk halus itu biasa adanya, bukannya omong kosong. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen,dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa.

Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini, sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan, termasuk alam yang dihuni oleh manusia.

Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut, pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing, aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia, binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani.
Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya (badan Cahya) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus – wong alus – mahkluk yang tidak kelihatan.
Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang, maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro (Jawa halus)

Konon Ada 2 macam mahkluk halus :

  1. Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus.
  2. Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat, ada yang pintar dan bodoh.

Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing, mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja, Ratu-ratu, Menteri-menteri dll, sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit, pegawai, pekerja dll.
Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata, alam lain itu antara lain :

1. Merkayangan

Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia, kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari.
Dalam dunia merkayangan mereka merokok, rokok yang sama seperti dunia manusia, membayar dengan uang yang sama, memakai macam pakaian yang sama, ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan, ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Yang mengherankan adalah, mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia, kota-kotanya lebih modern ada pencakar langt, pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dll.
Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini, kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk: melaksanakan pertunjukkan wayang kulit, menghadiri upacara perkimpoian, bekerja di batik, rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut, mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini.

2. Jin-Siluman
Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau, laut, samudera dll, masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. Mereka mempunyai Raja, Ratu, Golongan Aristokrat, Pegawai-pegawai Kerajaan, pembantu-pembantu, budak-budak dll. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton, rumah-rumah bangsawan, rumah-rumah yang bergaya kuno dll.
Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah, orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain: Kanjeng Ratu Kidul – Ratu Laut Selatan, Ratu legendaris, berkuasa dan amat cantik, yang tinggal di istananya di Laut Selatan, dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul, dalam pertemuan itu, Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram.
Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul, kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa, di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara, ritual dll dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening.
Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. Sarpo Bongso ini siluman asli, yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman, beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa, tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberapa ribu tahun yang lalu.

3. Kajiman
Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat, hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. Orang biasanya menyebut merak Jim.

4. Demit

Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya, rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu, mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil.
Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan, Siluman, Kajiman, dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail, secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur, suci dan bijak. Mahkluk halus yang tidak sempurna.
Disamping tujuh macam alam permanen tersebut, ada sebuah saluran yang terjepit, dimana roh-roh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu, ketika mereka hidup sebagai manusia.
Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya, hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan (afterlife) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan: fitnah, tidak jujur, prewangan (orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus), blackmagic, guna-guna yang membuat orang lain menderita, sakit atau mati dll, pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar, membunuh orang, dll perbuatan yang nista.
Memuja berhala untuk menjadi kaya (pesugihan) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu, tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya, “suka menolong” manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah.
Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal, mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti:

  1. Jaran Penoreh - kuda yang kepalanya menoleh kebelakang
  2. Srengara Nyarap - anjing menggigit
  3. Bulus Jimbung - bulus yang besar
  4. Kandang Bubrah - kandang yang rusak
  5. Umbel Molor - ingus yang menetes
  6. Kutuk Lamur - sebangsa ikan, penglihatannya tidak terang
  7. Gemak Melung - gemak, semacam burung yang berkicau
  8. Codot Ngising - kelelawar berak
  9. Bajul Putih - buaya putih.

Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “jasa-jasa baik“ berhala diatas, mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “kematiannya“ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi (datang dari suci, di dunia ini hidup suci dan kembali lagi ke suci)
Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan
Ini merupakan hukuman yang teramat berat, tidak ada penderitaan yang seberat ini, maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya.

Bagaimana caranya? mudah saja: bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar, berkelakuan baik, jujur, suka menolong, jangan menipu, jangan mencuri, jangan membunuh, jangan menyiksa, jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista.

Ada pepatah Jawa yang bunyinya “Urip iku mung mampir ngombe“ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum, itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/”bener”.

17 comments:

Anonymous said...

anda salah menilai mahluk halus/jin sebangsa nya.perlu anda ketahui tdk ada yg nama nya jin baik.semua nya itu jahat,dan iblis.orang ditipu oleh setan.dan ilmu tdk ada yg putih.semuanya hitam/iblis. kl anda mau percaya coba kamu belajar ilmu perdukunan/dunia roh maka kamu akan tahu dan mengerti tentang tipu muslihat setan/jin dan sebangsa nya.
Yakinlah.Thanx U. Son Of God

Anonymous said...

tidak semua jin itu jahat... ada juga yg baik, yg taat kepada Tuhan.

Karena dalam salah satu firman-NYA mengatakan :"Kuciptakan Jin dan Manusia, semata-mata hanya utk mengabdi kepada-KU".
Jadi kalo gak tahu ...ya gak usah sok tahu... he.he.he.

Anonymous said...

menurutku emang jin itu ada yg baik dan ada jg yg jahat, klo jahat smua ntu nama nya iblis yg memang tugasna menyesatkan manusia dan membuat manusia menemani iblis di neraka.

Oia satu lg.. ni maksudna ilmu yg seperti apa sih. Klo ilmu perdukunan ya emang sesat tp kan ada ilmu ilmiah dan ilmu agama untuk kebaikan umat manusia dan membuat manusia jd makhluk yang beradap.

Anonymous said...

setuju dengan pernyataan kedua

Karena dalam salah satu firman-NYA mengatakan :"Kuciptakan Jin dan Manusia, semata-mata hanya utk mengabdi kepada-KU".

Anonymous said...

Saya setuju dgn comment pertama, ndak ada jin yg baik klo pun ada hati2 coz iblis pun bisa menyamar jadi malaikat yang paling baik.
Hati2 smua yg berhubungan dg gaib sekalian itu untuk kebaikan syirik itu namannya....Halleluya

Anonymous said...

ah ga tau ah.. nyembah Tuhan aja jelas, ga pake lainnya,, hii takut..

imam said...

gak perlu ribut kali...ambil sisi positifnya aja bozz
kalo ternyata tulisan di atas bisa memperkaya tulisan fiksi kita,kenapa enggak? terlepas benar atau salah...
terus menulis bozzz...i love this Blog

Igana said...

Penjelasan anda tentang Dunia Mahluk Halus sangat mengesankan. Sepertinya anda telah mengenal betul dan bahkan menyatu dengan "species dan characteristic" mereka. Saya tidak mau berdebat dengan pandangan anda, sebab, bagi saya, tidak terlalu penting untuk mengenal mereka sampai sedalam itu. Sejauh ini, pemahaman saya pada dunia mahluk halus adalah keberadaan roh atau jiwa yang terlepas dari raga kita pada saat kita meninggal dunia. Dan konsep inilah yang menjadi dasar keimanan semua agama/ kepercayaan. Karena saya sangat meyakini ini, maka kesiapan kita dalam "menjemput" datangnya kematian menuju kehidupan yang baru - kehidupan kekal - itulah yang paling penting. Saya sangat menggaris bawahi alinea terakhir pada artikel anda; urip iku mung mampir ngombe - untuk itu, persiapkanlah diri kita dengan jiwa yang dilandasi oleh cinta kasih kepada sesama dan seisi dunia. Dan di atas segalanya, cintailah Allah lebih dari segala sesuatu.

onime no awang said...

waaah aq
ngak takut tu orang aq ini
iblis gmana men mau tau
jabatan ku sangiblis penbantai 3000 orang

Den Bagus said...

Untuk yg sok tahu..

Al Jins artinya makhluk tidak berbadan fisik ( jin, malaikat etc, dan An Nas artinya makhluk berbadan fisik ( manusia, binatang, pohon dsb ).
Tahukah kalian, dialam semesta ini ( 7 lapisan alam )ada lebih 140 juta jenis an nas dan al jins.
Iblis sendiri aslinya adalah jenis malaikat yg murtad ( pada tahu kan). Jadi jelas al jins juga ada yg baik dan yang jahat.
Kalo dibanding dg tatanan hidup manusia ( kita ini ) jenis al jins lebih teratur dan beradab, misalnya : walaupun statusnya adalah seorang jendral, dia akan tunduk kepada pak rt nya yg cuma seorang prajurit, bandingkan dg tingkah pola manusia....
Soal baik dan jahat, agak mirip dg manusia, kalo yg beriman ya baik tapi kalo jenis preman ya reseh..
Soal ilmu : gak ada ilmu jelek yg ada oknumnya, kita belajar matematika misalnya, bagi yg baik akan dipakai untuk keadilan bagi yg korup ya dipakai buat manipulasi.
Ilmu metafisik putih bisa untuk nyantet orang, ilmu hitam bisa juga berguna nyembuhin santet, jadi tinggal oknumnya. Ilmu menggali lubang dipakai buat cari emas bisa juga buat nyolong emas orang lain...
Marilah jadi orang belajar menghargai orang lain, gak usah berfikir negatif sebelum malu ati..

Anonymous said...

Setau Saya Jin Itu Ada Jg Yg baik, Carilah Di AlQuran... Jelas ada Pernyataan itu... soal ilmu ada yg hitam atau putih, jelas sekali ada... simpel aja deh, kita paham akan pelajaran bahasa indonesia aja itu sudah merupakan ilmu yg baik atau putih... masalahnya artikan dulu deh apa itu artinya "ILMU''... baru anda akan paham!!!

Anonymous said...

yang pertama tuh pasti pernah di jambret manya trauma hehehe~

Anonymous said...

stuju ama den bagus......
^^

ilmu itu ada macem2 y.......
ad yg pke mantra, ad yg mnt ama tuhan
sbelum pke ilmu kn jg hrus jlas,
ilmu yg mo d pake tu darimana asalnya
n ilmu itu ap tujuanny.....

selama asal n tujuanny baik kn tdk sesat......

Anonymous said...

halah...pada bnyk omong semua..klo kasi comment tu yg membangun/memotivasi blog ini..jng menghakimi..nmany jg pemikiran masing2, trserah bloggerny mw tulis aplah..tinggal baca aj bnyk bacot semua..generasi yg memalukan bangsa..hahahahhaahha, jng jd org bodoh modern yg ga tau kebodohannya sendiri..hohohohohohohoh

yoes iskand said...

g ush trlalu pnjang d perdebatkan bos.. khusus muslim yg g prcaya jin.. tlng liat surat annas..n ngaji sbanyak2nya..
mnurut I, ni blog lmayan bagus utk wwsan..akherat itu bkan piala, tp amal qt sndiri.. so,... jgn sibuk utk urusan yg qt g tau...

Anonymous said...

Bagi saya, manusia perlu memakai jin karena selain kuat, juga selalu tidak pernah ketinggalan jaman. Untung saya dekat dengan cihampelas, rajanya jin. HUA HA HA HA HA...

Qori said...

jin itu ada yang baik ada yang jahat. sebenarnya hampir mirip sama manusia. beda di fisik aja. jin makhluk halus. manusia makhluk kasar. jin baik gak akan mengganggu manusia kalau manusia itu gak ganggu duluan. yang jahat itu keturunannya iblis alias setan.