Kemunculan Dajjal dan Kematiannya

Datangnya Dajjal adalah salah satu tanda kiamat besar. Red: Hasanul Rizqa ILUSTRASI Dajjal
Foto: pxhere
 Kemunculan Dajjal berkaitan dengan peristiwa luar biasa yakni kiamat besar. Nabi Muhammad SAW memperingatkan umatnya, “Segeralah beramal baik sebelum terjadi enam tanda kiamat, yaitu matahari terbit dari arah ia terbenam (barat), Dajjal, asap tebal, hewan melata yang dapat berbicara (dabbah), petaka (kematian spesifik) perorangan, dan petaka umum (kiamat besar).” (HR Ahmad).

Begitu dahsyatnya fitnah al-Masih Dajjal. Karena itu, semua nabi Allah sejak Adam AS hingga Rasulullah SAW selalu mengabarkan kepada kaumnya masing-masing mengenai sosok tersebut. Al-Musthafa bersabda, “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali dia mengingatkan umatnya (dari bahaya Dajjal). Nuh telah mengingatkan umatnya dan juga para nabi yang datang setelahnya. Ketahuilah bahwa Dajjal akan keluar kepada kalian, dan sekali-kali tidak tersembunyi dari kalian. Dan Rabb kalian pun tidak akan menyembunyikannya dari kalian.”

Di manakah Dajjal akan muncul? Beliau menjelaskan bahwa daerah kemunculan Dajjal ialah suatu kawasan yang sepi antara Syam (Suriah) dan Irak. Adapun ciri-ciri fisik makhluk tersebut juga dijelaskan oleh Rasulullah SAW.

Dajjal dideskripsikan oleh Nabi SAW sebagai seorang lelaki yang buta mata sebelah kanannya. Matanya seperti buah anggur yang menjulur. Pada keningnya, terdapat huruf ka-fa-ra. Semua orang yang beriman dapat membacanya, baik yang buta huruf maupun tidak.

Rasulullah SAW pernah memimpikan tentang Nabi Isa dan Dajjal. Dalam mimpi itu, beliau diperlihatkan ada seorang lelaki dalam rupa yang paling baik di antara manusia. Rambutnya keriting dan panjang hingga ke bahunya. Kepalanya seakan-akan meneteskan air. Dia meletakkan tangannya di antara dua pundak lelaki di sampingnya serta melakukan tawaf di Ka'bah.

Nabi SAW lantas bertanya, "Siapakah orang itu?" Mereka menjawab, "Dia adalah Al Masih (Isa) bin Maryam."


Kemudian, Rasulullah SAW melihat ada seseorang berbadan tegap dengan rambut keriting, sedangkan mata kanannya buta. Perawakannya menyerupai seorang lelaki Quraisy, yakni Ibnu Qathan. Tangannya menggandeng pundak dua lelaki sebelahnya dan melakukan tawaf di Ka'bah.

Nabi pun bertanya, "Siapakah orang itu?" Mereka berkata, "Dia adalah Al-Masih ad-Dajjal" (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Sebagai salah satu tanda kiamat besar, Dajjal disebutkan sebagai manusia sakti. Dengan kesaktiannya, dia menipu dan mendusta banyak orang. Tujuannya untuk menjauhkan mereka dari keyakinan tauhid.

Bagaimanapun, segala hal menakjubkan yang dilakukannya atas izin Allah SWT. Allah Ta’ala akan menyelamatkan orang-orang yang beriman sehingga mereka selamat dari tipu daya Dajjal.

Istilah al-masih

Allah SWT menciptakan dua sosok al-Masih yang satu sama lain saling berlawanan, yakni Nabi Isa AS sebagai al-Masih pembawa petunjuk. Dialah nabi yang atas izin Allah dapat menyembuhkan orang tunanetra dan berpenyakit sopak. Selain itu, putra Maryam tersebut dapat menghidupkan orang mati, juga dengan izin Allah.

Adapun Dajjal merupakan al-Masih kesesatan yang menyebarkan huru-hara kepada manusia dengan kejadian-kejadian luar biasa. Misalnya, menurunkan hujan dan membuat suatu daerah kering-kerontang.

Istilah al-masih berasal dari akar kata siyaahah. Turunannya adalah saaha-yasiihu-siyaahatan. Semuanya dapat diartikan sebagai ‘berkelana’ atau ‘menjelajah'.

Di satu sisi, maknanya bisa berkonotasi positif, yakni bila merujuk pada Nabi Isa AS. Sebab, beliau mengadakan perjalanan dengan berdakwah kepada Bani Israil yang tinggal terpencar-pencar.

Makna yang buruk dilekatkan pada Dajjal. Dalam menyebarkan tipu dayanya, Dajjal pun mendatangi berbagai penjuru bumi. Bahkan, dia melakukannya dengan sangat cepat. Tujuannya jelas membuat kerusakan pada tiap wilayah yang dimasukinya. Dan, ia bisa sampai ke seluruh tempat kecuali Makkah dan Madinah.

Adapun asal makna Dajjal ialah al-khalat. Artinya, ‘mencampur’, ‘mengacaukan’, atau ‘membingungkan.’ Dajjal berarti ‘manipulator’ dan ‘pembohong yang luar biasa.’

Nabi SAW bersabda, “Wahai manusia, tak akan ada huru-hara di muka bumi ini sejak masa Adam yang lebih besar dari pada huru-hara Dajjal. Sesungguhnya, setiap Nabi yang dikirim Allah akan memperingatkan ummatnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi terakhir dan kalian adalah umat terakhir” (HR Ibnu Majah).

Kemunculan dajjal merupakan peristiwa yang menakutkan bagi seluruh manusia di muka bumi. Peristiwa tersebut akan terjadi di akhir zaman. Dajjal akan merajalela di muka bumi dengan menyebarkan kerusakan di mana-mana serta meneror orang-orang beriman. Dengan mengaku sebagai tuhan, Dajjal memalingkan manusia agar kufur kepada Allah.

Ditumpas Nabi Isa

Kaum Muslimin memercayai, Nabi Isa AS akan kembali diutus oleh Allah SWT ke muka bumi. Ibnu Maryam akan memimpin umat manusia yang beriman, membunuh Dajjal, menumpas Ya'juj dan Ma'juj, serta membersihkan akidah tauhid.

Semua itu terjadi tepat sebelum kiamat terjadi. Menurut hadits riwayat Thabrani dari Aus bin Aus, Nabi Isa akan turun di al-Mannaratul Baidha' (Menara Putih) di Damaskus, Suriah, bagian timur.

Hadits lainnya, yakni diriwayatkan dari Nawas bin Sam'an, juga menyatakan hal yang sama: “Rasulullah SAW bersabda, ‘'Lalu, Isa turun di Menara Putih sebelah timur Damaskus dengan memakai dua potong baju yang dicelup za'faran dan wars, dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas sayap-sayap dua malaikat. Jika dia menundukkan kepalanya, akan menetes. Jika dia mengangkatnya, turunlah air, seperti mutiara.

Maka, tidak ada seorang kafir pun yang mencium aroma nafasnya kecuali dia (orang kafir itu) pasti mati, dan nafasnya (Nabi Isa) tercium dari jarak sejauh pandangannya. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa ibn Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga.’”

Ibnu Katsir dalam kitabnya, Qishash al-Anbiya', menuturkan, Nabi Isa AS akan turun di sebuah menara berwarna putih yang terletak di Damaskus. Ketika itu, beliau akan mendirikan shalat Subuh.

Imam Mahdi, yang saat itu memimpin kaum Muslimin akan berkata kepadanya, "Majulah, wahai Ruhullah. Jadilah imam (shalat)."

Akan tetapi, Nabi Isa menjawab, “Tidak. Di antara kalian, ada pemimpin-pemimpin yang telah dimuliakan oleh Allah dalam umat ini” Kisah ini berdasarkan hadits riwayat Muslim dan Ahmad.

Hal itu mengisyaratkan, Nabi Isa AS saat itu bukanlah sebagai nabi yang membawa syariat baru. Sebab, Rasulullah Muhammad SAW adalah nabi dan rasul yang terakhir. Tak ada utusan Allah setelah beliau shalallahu ‘alaihi wasallam.

Adapun Nabi Isa AS akan tampil di tengah kaum Muslimin waktu itu juga sebagai pengikut risalah Muhammad SAW. Syariat yang akan dipakainya ialah berdasarkan Alquran dan Sunnah.

Allah SWT menakdirkan Nabi Isa AS akan membunuh Dajjal. Dalam hadits riwayat ‘Aisyah, disebutkan, Rasul SAW bersabda. “Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup, maka saya akan membela (menjaga) kalian. Namun, Dajjal keluar sesudahku.

Sesungguhnya Rabb kalian ‘azza wajalla tidaklah buta sebelah dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbihan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya, yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu. Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga. Lalu, akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk Madinah darinya hingga ke Syam (Suriah) tepat di kota Palestina, di pintu Lud.”rol

No comments: