MISTERI BURUNG ABABIL
sebenarnya
jika kamu mencerna lagi kisah tentara raja abrahah yang dimusnahkan
pasukan burung ababil. Akan terdapat misteri besar didalamnya. Membuatmu
seperti tak percaya. Tapi harus sepenuhnya diyakini karena Al qur'an
yang benar pun juga mengisahkannya.
Kejadian
ini diyakini terjadi sebelum muhammad nabi akhir zaman lahir. Datanglah
raja dengan kesombongan dan kekuatannya yang besar didampingi banyaknya
tentara tentara bergajah sebagai pasukannya menuju mekah. Dia adalah
raja abrahah yang sadis dan bala tentara yang bengis. Mereka bertujuan
runtuhkan baitullah lalu memindahkan tempat peribadatan umat muslim ke
tempat yang telah disediakan. Mungkin timbulnya rasa iri atas pesatnya
perkembangan islam yang memicu abrahah lahirkan niat buruk demi
kebesaran nama dan kuasanya. Sesampainya di sana,karena abrahah bersama
pasukan bergajahnya adalah tim yang begitu kuat,sampai-sampai penduduk
pribumi mekah pun lebih memilih lari dan bersembunyi meninggalkan
tempat. Ditambah saat itu sosok pemimpin seperti nabi pun Disengaja
Tuhan untuk tidak dikirimnya. Sehingga membuat penduduk disana lemah
imannya maka didatangkanlah raja abrahah yang tak punya hati sebagai
ujiannya.
Tapi
Allah tak akan biarkan rumahNya disentuh oleh tangan kotor si laknat
raja abrahah. Seberapa dahsyatpun serangan pasukan darat raja sombong
itu,tak kan dapat membuat baitullah runtuh,tergores,bahkan tersentuh
sekalipun. Setelah benar benar tak ada seorangpun yang mampu mengentikan
mereka dan saat hampir hampir sang raja berhasil sentuh baitullah.
Drama menakjubkan yang Direncana Tuhan pun terjadi. Saat pasukan burung
burung dari neraka pun datang. Sekumpulan burung itulah yang dinamakan
ababil dengan membawa kerikil panas yang dicengkram sepasang cakar dan
diparuhnya,itulah sijjil.
Pertempuran
antara burung dan gajah pun terjadi. Tapi sebagai manusia yang berakal
dan beriman harus mau mencerna kisah itu. Jika raja abrahah bersama
gajahnya itu datang dari ethiopia,yaman atau afrika ke tanah arab. Maka
gajah apa yg bisa melewati dan panasnya gurun pasir? Lalu jika burung
ababil hanyalah burung biasa,kenapa mereka bisa tau sekaligus mau datang
kepada pasukan abrahah? Apakah burung ababil bisa berfikir sehingga
membekali diri dari sarangnya untuk membawa batu sebagai senjata
serangnya? Jika kamu adalah seorang pro darwin yang percaya bahwa
manusia berasal dari kera yang mulanya adalah binatang yang tak dapat
berfikir,maka kamu akan bingung lalu menganggap burung itu sejenis
pteranodon atau naga. Tapi jika kamu percaya bahwa adam adalah manusia
pertama yang telah dibekali akal,barangkali kamu akan mau
mempertimbangkan apa yang akan kutuliskan dari peperangan di cerita
tadi.
seperti
biasa,lupakan sejarah evolusi manusia. Dan anggaplah kamu percaya bahwa
manusia telah melewati beberapa puncak peradabannya
Sebelum Tuhan Melenyapkan peradaban itu karena sombongnya manusia. Lalu anggaplah saja pasukan abrahah yang hebat bersama gajah gajahnya yang kuat itu adalah pasukan darat dengan tank tank perangnya karena mereka diberi akal yang maju seperti otak orang orang yahudi disaat ini. Kenapa tank bisa diibaratkan gajah? Menurut saya tank adalah kereta tempur yang kuat,berjalan didarat dan dapat melewati medan yang ekstrem. Lalu moncong senjatanya saya gambarkan aja sebagai belalai gajah. Sedang burung burung ababil dengan batu yang dibawanya,kamu umpamakan saja sebagai skuadron tempur pasukan udara seperti jet tempur F18 misalnya. Pesawat jet tempur emang mempunyai rudal atau misil disayap dan pangkal sayapnya juga senjata api di moncongnya senjata itulah batu sijjil.
Jika masih ragu,silakan baca terjemahan dari surat al fiil di bawah ini:
Sebelum Tuhan Melenyapkan peradaban itu karena sombongnya manusia. Lalu anggaplah saja pasukan abrahah yang hebat bersama gajah gajahnya yang kuat itu adalah pasukan darat dengan tank tank perangnya karena mereka diberi akal yang maju seperti otak orang orang yahudi disaat ini. Kenapa tank bisa diibaratkan gajah? Menurut saya tank adalah kereta tempur yang kuat,berjalan didarat dan dapat melewati medan yang ekstrem. Lalu moncong senjatanya saya gambarkan aja sebagai belalai gajah. Sedang burung burung ababil dengan batu yang dibawanya,kamu umpamakan saja sebagai skuadron tempur pasukan udara seperti jet tempur F18 misalnya. Pesawat jet tempur emang mempunyai rudal atau misil disayap dan pangkal sayapnya juga senjata api di moncongnya senjata itulah batu sijjil.
Jika masih ragu,silakan baca terjemahan dari surat al fiil di bawah ini:
Dan
kami kirim kepada mereka burung ababil. melontari mereka dengan butiran
batu kecil panas, yang menjadikan tubuh mereka berlubang-lubang seperti
daun dimakan ulat.(Q.S.AL Fiil 105: 3-5)
jika
kamu bersedia memahami terjemahan surat al fiil diatas. Maka akan
ditemukan sifat bukan batu batu biasa yang dilontarkan burung ababil.
Nyatanya diceritakan bahwa abrahah bersama pasukan dan tak ketinggalan
gajah gajahnya pun seolah seperti daun dimakan ulat ketika batu batu
sijil mengenai mereka. Ironisnya malah cenderung ke sifat senjata api
dimana ketika peluru dari senjata itu mengenai tubuh,maka tubuh itupun
dapat tertembus olehnya.
Maka
pertempuran hebat pun terjadi antara pasukan pro muslim,burung ababil
,dengan pasukan kontra muslim,raja abrahah n tentara bergajahnya. Lalu
dijatuhkannya lah batu api sijjil dari cengkraman ababil. Dari udara
menuju ke abrahah,pasukannya n gajah gajahnya. Membuat mereka kalang
kabut,tercerai berai dan lari tunggang langgang. apalagi setelah
saksikan tentara bersama gajah gajahnya dibantai habis habisan oleh
burung burung ababil tanpa ada perlawanan dari pasukan gajah itu.
Tentara tentara bergajahpun tewas dalam penyesalan dan ketakutan. Mereka
mati tertembus batu batu sijjil. Seakan mereka itu hanyalah daun yang
bolong-bolong
Dimakan ulat,tak terkecuali raja abrahah.
Itulah kesombongan yang membuat seseorang buta. Memandang dirinya sendiri paling kuat. Bertindak over hingga seolah Tuhan itu hanya Berdiam Diri saja. Padahal Allah cuma Menguji seberapa kafirkah manusia dan seberapa beriman kah kita. Padahal Allah pun begitu mudahnya Membalas perlakuan manusia melebihi manusia itu sendiri. Ambillah makna dari tragisnya kisah raja abrahah yang sombong itu. Dan kita sesama manusia hendaknya harus menghargai ketika orang lain berpendapat. Dan semoga pendapat saya tentang kisah ini lantas tidak digunakan untuk mendakwa saya sebagai orang gila yang hendak merusak tata sejarah. Jika difikir,sesempurna apakah manusia itu. Nyatanya orang pun masih bisa salah. Daripada itu dengan kita memaklumi dan menerima perbedaan,lalu meluruskan secara baik apa yang dianggap salah lalu mencerna dan mempelajari apa yang dianggap benar,maka persatuan akan tetap tercipta dengan rendah hati dan menghargai perbedaan. Demikian apa yang saya sampaikan,bilapun tulisan ini belum bisa diterima,tapi saya harap bisa jadi pertimbangan buatmu. Diambil hikmahnya aja. Thanks
Dimakan ulat,tak terkecuali raja abrahah.
Itulah kesombongan yang membuat seseorang buta. Memandang dirinya sendiri paling kuat. Bertindak over hingga seolah Tuhan itu hanya Berdiam Diri saja. Padahal Allah cuma Menguji seberapa kafirkah manusia dan seberapa beriman kah kita. Padahal Allah pun begitu mudahnya Membalas perlakuan manusia melebihi manusia itu sendiri. Ambillah makna dari tragisnya kisah raja abrahah yang sombong itu. Dan kita sesama manusia hendaknya harus menghargai ketika orang lain berpendapat. Dan semoga pendapat saya tentang kisah ini lantas tidak digunakan untuk mendakwa saya sebagai orang gila yang hendak merusak tata sejarah. Jika difikir,sesempurna apakah manusia itu. Nyatanya orang pun masih bisa salah. Daripada itu dengan kita memaklumi dan menerima perbedaan,lalu meluruskan secara baik apa yang dianggap salah lalu mencerna dan mempelajari apa yang dianggap benar,maka persatuan akan tetap tercipta dengan rendah hati dan menghargai perbedaan. Demikian apa yang saya sampaikan,bilapun tulisan ini belum bisa diterima,tapi saya harap bisa jadi pertimbangan buatmu. Diambil hikmahnya aja. Thanks




No comments:
Post a Comment