Atlantis
Siapa yang tak kenal dengan kisah Atlantis, benua yang hilang tidak sampai sehari semalam, kisah Atlantis bermula dari dua buah catatan dialog Plato (427-347 SM) buku Critias dan Timaeus, Plato berkisah,
“ada sebuah pulau yang sangat besar, dari pulau itu kita dapat pergi ke pulau lainnya dan di depan pulau-pulau itu seluruhnya adalah daratan yang dikelilingi laut samudera.”
Tidak hanya Plato yang berbicara tentang Atlantis, seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur dan menemukan catatan Atlantik dalam sebuah dialog, secara garis besar seperti berikut ini,
“ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan, menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya, istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak, dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas dan sangat megahi sana, memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang, kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika”.
Atlantis digambarkan sebagai peradaban dengan tingkat kemajuan teknologi yang tinggi. Konon, Pesawat Terbang, Pendingin ruangan, batu baterai telah ada pada masa itu.
Apakah Atlantis itu Indonesia ?
Seorang peneliti bernama Stephen Oppenheimer, dalam buku Eden The East ( 1999) mengungkapkan bahwa Paparan Sunda adalah Taman Eden, tempat nenek moyang manusia yaitu Adam dan Hawa.
Peneliti lain yaitu professor Arysio Nunes Dos Santos, dengan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Platos’s Lost Civilization (2005), menyatakan bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang.
Mungkin ada benarnya, namun tak perlu berlebihan menanggapinya, Atlantis adalah Negara yang kaya dan makmur, Indonesia pun demikian, Indonesia Negara yang kaya akan hasil alamnya namun tak pernah kaya dalam arti sesungguhnya, Indonesia Negara yang makmur, namun sayang masih terjajah oleh tikus-tikus bangsa dirumah ibu pertiwi, Atlantis Negara yang damai, namun sangat suka berperang dengan Negara lain, hal itu juga sama dengan Indonesia, Indonesia Negara yang sangat cinta damai, walaupun pulau, dan hasil kesenian budaya diaku Negara lain, walaupun para pejuang devisanya disiksa hingga meregang nyawa dengan Negara lain, Indonesia tetap cinta damai, namun tetap berperang antar sesama umat beragama, suku, dan fanatisme dalam olahraga.
Ridho M
“ada sebuah pulau yang sangat besar, dari pulau itu kita dapat pergi ke pulau lainnya dan di depan pulau-pulau itu seluruhnya adalah daratan yang dikelilingi laut samudera.”
Tidak hanya Plato yang berbicara tentang Atlantis, seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur dan menemukan catatan Atlantik dalam sebuah dialog, secara garis besar seperti berikut ini,
“ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan, menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya, istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak, dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas dan sangat megahi sana, memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang, kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika”.
Atlantis digambarkan sebagai peradaban dengan tingkat kemajuan teknologi yang tinggi. Konon, Pesawat Terbang, Pendingin ruangan, batu baterai telah ada pada masa itu.
Apakah Atlantis itu Indonesia ?
Seorang peneliti bernama Stephen Oppenheimer, dalam buku Eden The East ( 1999) mengungkapkan bahwa Paparan Sunda adalah Taman Eden, tempat nenek moyang manusia yaitu Adam dan Hawa.
Peneliti lain yaitu professor Arysio Nunes Dos Santos, dengan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Platos’s Lost Civilization (2005), menyatakan bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang.
Mungkin ada benarnya, namun tak perlu berlebihan menanggapinya, Atlantis adalah Negara yang kaya dan makmur, Indonesia pun demikian, Indonesia Negara yang kaya akan hasil alamnya namun tak pernah kaya dalam arti sesungguhnya, Indonesia Negara yang makmur, namun sayang masih terjajah oleh tikus-tikus bangsa dirumah ibu pertiwi, Atlantis Negara yang damai, namun sangat suka berperang dengan Negara lain, hal itu juga sama dengan Indonesia, Indonesia Negara yang sangat cinta damai, walaupun pulau, dan hasil kesenian budaya diaku Negara lain, walaupun para pejuang devisanya disiksa hingga meregang nyawa dengan Negara lain, Indonesia tetap cinta damai, namun tetap berperang antar sesama umat beragama, suku, dan fanatisme dalam olahraga.
Ridho M




No comments:
Post a Comment